Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Kasak-kusuk ke Kejati Jabar Soal Dugaan Ijon Pokir

KARAWANG – Kabar teranyar mengenai dugaan ijon pokir anggota DPRD Karawang mengerucut kepada informasi beberapa pihak yang sudah ‘kasak-kusuk’ berkomunikasi dengan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Jika sebelumnya gaduh dugaan ijon pokir ini telah disikapi Sekjen LSM Kompak Reformasi, Pancajihadi Al Panji, dengan mengirim surat resmi ke Kejati Jabar, kini beberapa pihak dikabarkan sudah mulai berkomunikasi dengan penyidik Kejati Jabar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Redaksi Opiniplus.com, beberapa pihak tersebut sudah mengirimkan link-link media massa maupun screnshoot postingan di media sosial.

Dan beberapa pihak tersebut menyatakan kesiapannya untuk memberikan data pendukung lainnya ke Aparat Penegak Hukum (APH), atas dugaan ijon pokir anggota DPRD Karawang ini.

Di kesempatan berbeda, Wakil Ketua Laskar Merah Putih Markas Daerah Jawa Barat (LMP Mada Jabar), Andri Kurniawan mengatakan, jika kembali bergejolaknya desakan publik kepada APH untuk mengusut dugaan transaksional proyek yang dibiayai oleh APBD Karawang ini bukan tanpa sebab.

Berita Lainnya  Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

Permasalahan tersebut mencuat dipicu dengan berbagai macam penyebab. Dari mulai adanya pengakuan pengusaha konstruksi, hingga ribut sengketa usulan Pokir Tahun 2025. Dimana antara anggota DPRD Karawang yang aktif dengan purna, saling klaim paling berhak mengelola proyek usulan Pokir Tahun Anggaran 2025.

“Salah satu indikasi yang menguatkan soal dugaan permainan berupa dugaan ijon atau transaksional jual beli proyek oleh terduga anggota legislatif dengan kontraktor bisa dilihat pada saat terjadinya rebutan program Tahun 2025 lalu,” tutur Andri Kurniawan, melalui rilisnya ke Opiniplus.com, Senin (13/4/2026).

“Logikanya, kalau untuk kepentingan pembangunan, ya tidak perlu ribut. Toh masalah titik usulan tidak banyak bergeser, yang direalisasikan tetap usulan hasil reses Tahun 2024,” timpalnya.

Menurut Andri, kegaduhan rebutan Pokir Tahun 2025 lalu setelah diperhatikan secara seksama, ternyata diantara anggota legislatif aktif dan purna anggota lebih kepada dugaan rebutan penunjukan penyedia jasa atau kontraktor.

Berita Lainnya  Polisi Pamerkan Wajah Pelaku Pembacokan Bobotoh Bogor, Wartawan yang Kesal Keplak Kepala Pelaku

Di satu sisi, purna anggota dewan merasa bahwa itu merupakan usulannya, sehingga lebih berhak menentukan penyedia. Sedangkan anggota aktif periode 2024 – 2029 juga merasa bahwa program yang dilaksanakan Tahun 2025 sudah menjadi haknya.

Padahal pada prinsipnya, keyakinan dua belah pihak tersebut sama-sama salah. Karena untuk penentuan penyedia jasa, sepenuhnya menjadi kewenangan mutlak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021.

Wewenang ini tertuang dalam pasal-pasal yang mengatur tugas PPK seperti menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), spesifikasi teknis, jadwal, dan menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.

“Oleh karena itu, berulang kali saya mengingatkan, termasuk kalangan PPK supaya lebih berhati-hati. Ada banyak resiko jika terintervensi. Resiko paling ringan adalah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan resiko beratnya berurusan dengan hukum,” tegas Andri.

Berita Lainnya  Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : "Saya Akui Bupati Aep Visioner"

Andri mengambil contoh dalam proyek belanja modal dari usulan Pokir di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, yang bentuknya adalah pengadaan cator bak terbuka 200cc untuk angkutan sampah yang sekarang menjadi target uji petik prioritas BPK.

“Kalau sudah jadi temuan, tetap saja menjadi beban PPK untuk penyelesaiannya. Saya kira kalau sekarang desakan publik semakin deras agar APH segera melakukan penyelidikan, ya sangat-lah wajar. Karena indikasi yang menjadi kecurigaan masyarakat semakin menguat pasca adanya sengketa Pokir di Tahun 2025 kemarin,” pungkas Andri.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan