KARAWANG – Pengusaha berpengalaman di bidang jasa konsultan, H. Rafiudin Firdaus resmi mengambil formulir untuk mendaftarkan diri sebagai kandidat calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Karawang periode 2026-2031, Jumat (27/3/2026).
Rafiudin Firdaus menyampaikan, pendaftarannya sebagai kandidat Ketua KADIN Karawang adalah sebagai bentuk komitmen terhadap perkembangan dunia usaha dan ekonomi daerah.
“Ini juga sebagai wujud dukungan saya terhadap program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Rafiudin Firdaus, usai pengambilan formulir pendaftaran calon KADIN Karawang.
Menurutnya, KADIN sebagai organisasi perwakilan dunia usaha harus mampu menjadi jembatan yang kuat antara pemerintah dan pelaku ekonomi, baik skala mikro, kecil, menengah, maupun besar.
Rafi menjelaskan beberapa poin program dan tujuan ia maju di perhelatan KADIN Karawang. Yaitu keinginan membangun KADIN lebih baik lagi, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi unggulan berbasis industri modern, ketahanan pangan, dan juga kewirausahaan yang berdaya saing global.
“Tentunya Karawang ini kan kita tahu bahwa Karawang ini adalah kota industri, sangat lengkap, sangat sempurna, dan juga sebagai kota lumbung padi. Bahkan lumbung padi nasional. Tentunya ini adalah potensi yang harus kita gali, kita maksimalkan, terutama untuk pengusaha-pengusaha lokal Karawang. Sehingga bisa bersaing di level global dan nasional,” katanya.
“Dampaknya adalah terjadinya pertumbuhan ekonomi yang bagus, yang positif di Karawang. Ini sejalan dengan visi Bupati Karawang dengan slogannya ‘Karawang Maju’. Insyaallah berdampak kuat pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Karawang,” timpalnya.
Rafi berkenginan penguatan ekosistem industri harus di dorong dan sinergi antara pelaku usaha, kawasan industri dan juga pemerintah untuk menciptakan iklim investasi di Karawang yang kondusif, inovatif dan juga berkelanjutan.
“Sehingga nanti teman-teman di Karawang ini tidak hanya jadi penonton, tapi mampu berdaya saing dan ikut terlibat di dalam ekosistem industri yang ada di Kabupaten Karawang,” katanya.
“Selain itu, adanya hilirisasi dan juga ketahanan pangan, yaitu bagaimana nanti ke depan juga mungkin dengan beberapa pemikir-pemikir, think tank, dan teman-teman yang bergerak di bidang pangan ini bisa mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi atau smart farming,”
“Bagaimana nanti hilirisasi produk serta memperkuat rantai pasok nih, agar Karawang menjadi lumbung pangan modern,” kata Raffi.
Berikutnya pemberdayaan UMKM dan pengusaha lokal. Pengusaha Karawang ini UMKM-nya naik kelas. Masuk ke Supply Chain industri serta mampu bersaing di pasar nasional dan global, bermitra dengan beberapa importir yang sudah berpengalaman.
Dan juga bagaimana produk-produk Karawang itu bisa masuk ke marketplace, di beberapa marketplace sangat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kadin Karawang.
“Digitalisasi dan inovasi bisnis. Bagaimana pelaku pengusaha bisa mempercepat transformasi digital, termasuk dari sisi pemasaran, operasional, dan juga akses pembiayaan. Tidak kalah penting juga nanti di sini kita juga ingin melakukan sebuah akselerasi investasi dan kemitraan,”
“Intinya KADIN ini menjadi jembatan strategis antara investor, pelaku usaha, dan juga pemerintah untuk membuka peluang-peluang investasi baru dan kolaborasi bisnis yang baru ya. Sehingga iklim investasi Karawang itu berjalan dengan baik,” kata Raffi lagi.
Raffi menambahkan, program kolaborasi. Keberadaan KADIN benar-benar terasa manfaatnya, terasa kinerjanya bagi masyarakat dan juga bagi pemerintah. Karena akan selalu menjadi mitra strategis pemerintah.
Jika ia terpilih menjadi Ketua KADIN Karawang bakal membuat gebrakan di 100 hari kerja KADIN Karawang. Mulai dari mapping, kekuatan ekonomi Karawang, nanti kita buka forum link and match industri.
“Nanti juga kita buat Kadin Investment Desk. Banyak hal nanti insyaallah kita akan coba gulirkan. Kita akan melibatkan semua unsur agar KADIN ini bisa benar-benar kehadirannya ini bermanfaat bagi masyarakat dan juga bagi pemerintah. Hadirnya KADIN sebagai solusi, bukan hanya organisasi. Tetapi juga penggerak ekonomi,” tandasnya.***










