Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, DPRD Jabar Evaluasi UPTD BBPP Cianjur

CIANJUR – Dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan, Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke UPTD Balai Benih Padi dan Palawija (BBPP) di Kabupaten Cianjur, Rabu (22/1/2025).

Melalui kesempatan ini, DPRD Jabar melakukan evaluasi terkait pengelolaan benih untuk meningkatkan produktivitas pertanian. DPRD Jabar juga mendorong benih palawija BBPP agar lebih menyebarluas di Jawa Barat.

“Kami mendorong beni palawija menyebar di kabupaten/kota di Jawa Barat dan menjadi sumber benih utama di Jawa Barat,” tutur Dea Eka Rizaldi, SH, Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat.

Berita Lainnya  5 Peserta Sudah Meninggal, TB Hasanudin : Hentikan Pelatihan Manajemen Koperasi Lewat Pendekatan Militer

Disampaikan Dea, pertanian menjadi salah satu sumber perekonomian penting bagi masyarakat, khususnya di Jawa Barat. Terbukti saat pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi mata pencaharian ekonomi utama masyarakat Jawa Barat.

Oleh karenanya, Komisi II DPRD Jawa Barat mendorong BBPP Cianjur untuk terus melakukan inovasi dalam pengelolaan benih padi dan palawija.

“Dan evaluasi melalui agenda kunker ini juga dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional Prabowo-Gibran,” tuturnya.

Berita Lainnya  Merasa Difitnah Lecehkan 4 Anggotanya, Kasatpol PP Kota Bekasi Siap Lakukan 'Sumpah Pocong'

Selain itu, sambung Dea, kunker ke UPTD BBPP Cianjur juga bertujuan untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran Tahun 2024.

“Kita terus berikan masukan-masukan, agar UPTD BBPP Cianjur terus bisa melakukan lompatan-lompatan program dan kerja dalam pengelolaan benih padi dan palawija ini,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan