Jumat, April 17, 2026
spot_img

Sungai Cipunagara Tercemar Limbah Industri, Petani Ikan Tak Berani Tebar Benih

SUBANG – Pencemaran limbah yang diduga berasal dari aktivitas industri di hulu Sungai Cipunagara menimbulkan keresahan warga di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Air sungai yang berubah warna dan dipenuhi busa putih mengalir hingga ke kolam-kolam budidaya ikan milik warga.

Akibat kondisi tersebut, para petani ikan tidak lagi berani menebar benih karena khawatir ikan akan mati secara massal. Air sungai yang selama ini menjadi sumber utama untuk kolam budidaya kini dianggap tidak layak digunakan.

Pantauan di lokasi menunjukkan air Sungai Cipunagara dipenuhi busa putih menyerupai sabun yang mengapung di permukaan. Limbah tersebut diduga berasal dari kawasan hulu sungai lalu mengalir ke saluran air yang terhubung langsung dengan kolam-kolam milik warga.

Berita Lainnya  Halal Bihalal NHRI, Momentum Saling Menguatkan Para Praktisi HR

Dampak pencemaran ini dirasakan para petani ikan di Kampung Nyalindung, Desa Darmaga, Kecamatan Cisalak. Dalam 2 tahun terakhir, puluhan petani terpaksa menghentikan kegiatan budidaya karena tidak lagi memiliki sumber air bersih.

Kolam-kolam ikan yang sebelumnya produktif kini terbengkalai. Warga menilai kualitas air yang tercemar sangat berisiko dan dapat menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar.

Salah seorang warga, Aep Saepuloh, mengaku mengalami kerugian besar akibat kondisi tersebut. “Airnya sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kalau dipaksakan, ikan pasti mati. Kami sudah lebih dari dua tahun tidak bisa budidaya. Modal habis, penghasilan juga tidak ada,” ujar Aep kepada Beritasatu.com, Minggu (1/3/2026).

Berita Lainnya  Apresiasi Kebijakan 'Kandangin' Mobil Dinas, Askun : ASN Gak Usah Banyak Ngeluh!

Ia menjelaskan sebelumnya para petani ikan di wilayah tersebut memanfaatkan air dari saluran Sungai Cipunagara untuk mengisi kolam. Namun setelah tercemar limbah, mereka mencoba beralih menggunakan sumber air lain.

“Kami sempat menggunakan air dari sungai lain, tetapi hasilnya tidak sebagus saat memakai air Cipunagara. Akhirnya banyak petani ikan yang bangkrut,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Nana. Ia menduga pencemaran berasal dari limbah perusahaan yang berada di wilayah hulu sungai.

“Kami menduga limbah ini dari pabrik-pabrik di atas. Air sering berbusa dan berbau. Banyak warga akhirnya menganggur, ada yang beralih jadi petani atau kuli serabutan. Saya masih bisa bertahan karena menggunakan cadangan air hujan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Santuni 190 Yatim Piatu dan Dhuafa, DPRD Jabar Apresiasi Peranan LSM Laskar NKRI

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Subang bersama aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.

Menurut mereka, pencemaran Sungai Cipunagara tidak hanya merusak ekosistem perairan, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha budidaya ikan.***

Sumber : beritasatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dalih Ade Kunang : itu Uang Pinjaman Pribadi untuk Lunasi Utang Biaya Pilkada

BANDUNG - Pengakuan mengejutkan keluar dari mult Bupati Bekasi Nonaktif, Ade Kuswara Kunang, yang terseret dalam pusaran suap ijon proyek ratusan miliar di lingkungan...

Kenapa Polri dan TNI Boleh Punya 1.000 SPPG? Ini Penjelasan BGN

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengungkapkan alasan diperbolehkannya pihak Polri dan TNI untuk mengelola 1.000...

Kasus Ijon Proyek Ade Kunang, Anggota Polisi Terima Duit Rp 16 Miliar

JAKARTA - Seorang anggota polisi aktif bernama Yayat Sudrajat alias Lippo mengakui menerima uang imbalan hingga Rp 16 miliar. Uang itu terkait proyek-proyek di...

Perang Dingin Abang Ijo dengan Om Zein

PURWAKARTA - Isu dugaan 'perang dingin' antara Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta belakangan ramai diperbincangkan publik. Namun, Wakil Bupati Purwakarta, Abang ljo Hapidin, secara...

Bacok Korbannya dengan Celurit, Begal di Karawang Tewas Dihakimi Massa

KARAWANG - Aksi pencurian dengan kekerasan alias begal kembali terjadi di Kabupaten Karawang - Jawa Barat. Kali ini, terjadi di Jalan Raya Dusun Tangkil,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan