Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Sungai Cipunagara Tercemar Limbah Industri, Petani Ikan Tak Berani Tebar Benih

SUBANG – Pencemaran limbah yang diduga berasal dari aktivitas industri di hulu Sungai Cipunagara menimbulkan keresahan warga di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Air sungai yang berubah warna dan dipenuhi busa putih mengalir hingga ke kolam-kolam budidaya ikan milik warga.

Akibat kondisi tersebut, para petani ikan tidak lagi berani menebar benih karena khawatir ikan akan mati secara massal. Air sungai yang selama ini menjadi sumber utama untuk kolam budidaya kini dianggap tidak layak digunakan.

Pantauan di lokasi menunjukkan air Sungai Cipunagara dipenuhi busa putih menyerupai sabun yang mengapung di permukaan. Limbah tersebut diduga berasal dari kawasan hulu sungai lalu mengalir ke saluran air yang terhubung langsung dengan kolam-kolam milik warga.

Berita Lainnya  Jurnalis Gelar Aksi Tolak Pelabelan 'Londo Ireng'

Dampak pencemaran ini dirasakan para petani ikan di Kampung Nyalindung, Desa Darmaga, Kecamatan Cisalak. Dalam 2 tahun terakhir, puluhan petani terpaksa menghentikan kegiatan budidaya karena tidak lagi memiliki sumber air bersih.

Kolam-kolam ikan yang sebelumnya produktif kini terbengkalai. Warga menilai kualitas air yang tercemar sangat berisiko dan dapat menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar.

Salah seorang warga, Aep Saepuloh, mengaku mengalami kerugian besar akibat kondisi tersebut. “Airnya sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kalau dipaksakan, ikan pasti mati. Kami sudah lebih dari dua tahun tidak bisa budidaya. Modal habis, penghasilan juga tidak ada,” ujar Aep kepada Beritasatu.com, Minggu (1/3/2026).

Berita Lainnya  Respons Warning KPK, Ghazali Center Dorong PUPR Perkuat Tata Kelola Pokir

Ia menjelaskan sebelumnya para petani ikan di wilayah tersebut memanfaatkan air dari saluran Sungai Cipunagara untuk mengisi kolam. Namun setelah tercemar limbah, mereka mencoba beralih menggunakan sumber air lain.

“Kami sempat menggunakan air dari sungai lain, tetapi hasilnya tidak sebagus saat memakai air Cipunagara. Akhirnya banyak petani ikan yang bangkrut,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Nana. Ia menduga pencemaran berasal dari limbah perusahaan yang berada di wilayah hulu sungai.

“Kami menduga limbah ini dari pabrik-pabrik di atas. Air sering berbusa dan berbau. Banyak warga akhirnya menganggur, ada yang beralih jadi petani atau kuli serabutan. Saya masih bisa bertahan karena menggunakan cadangan air hujan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Babak Baru Penataan Cikampek, 154 Bangli dan PKL Dibongkar

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Subang bersama aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.

Menurut mereka, pencemaran Sungai Cipunagara tidak hanya merusak ekosistem perairan, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha budidaya ikan.***

Sumber : beritasatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan