KARAWANG – Meski kini statusnya sebagai yatim piatu dan harus menjadi tulang punggung keluarga pasca peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan kedua orangtuanya dan salah satu adiknya yang masih balita, korban selamat Syifa (19) terus menunjukan kesabaran dan ketabahan dalam meneruskan hidupnya.
Kasus kecelakaan maut truk kontainer trailer yang menimpa mobil sedan di Underpass Bendasadi di Jalan Rawagabus, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang – Jawa Barat, pada Minggu (15/2/2026) ini memang banyak menyita perhatian publik.
Banyak pihak yang merasa iba dengan nasib Syifa ke depannya, setelah ditinggalkan kedua orangtuanya dan harus mengurus kedua adiknya yang masih duduk di bangku SD dan TK. Namun untungnya, peristiwa memilukan ini menjadi perhatian khusus Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh.
Yaitu dimana Bupati Aep berjanji akan memberikan pekerjaan bagi Syifa pasca lebaran nanti. Dan adik Syifa yang masih SD yang bercita-cita menjadi hafidz Al-qur’an juga sudah ditawari Bupati Aep untuk masuk pondok pesantren.

Bos Toko Emas Ganti Cincin Syifa yang Hilang di TKP Kecelakaan
Atas peristiwa kecelakaan maut ini, Syifa juga sempat bercerita kepada wartawan, bahwa ia kehilangan cincin yang dipakainya. Ia berharap siapapun yang menemukan cincin tersebut bisa segera mengembalikan kepadanya.
Namun lagi-lagi, berkat kesabaran dan ketabahan Syifa dalam menghadapi ujian Tuhan Yang Maha Esa – Allah SWT ini, orang-orang baik terus bermunculan dalam memberikan empatinya kepada Syifa.
Kamis (19/2/2026), Bos Toko Emas 88 Karawang, Koh Hery bertemu langsung dengan Syifa di kantor Bupati Karawang. Pertemuannya dengan Syifa bermaksud untuk sedikit meringankan beban Syifa, khususnya mengganti cincin Syifa yang hilang.
Koh Hery yang masih merupakan teman Bupati Aep tersebut mengaku terenyuh atas peristiwa yang menimpa Syifa. Baginya, peristiwa yang menimpa Syifa dan keluarganya bukan sekedar informasi berita di media massa yang banyak menyita perhatian publik.
Lebih dari itu, perasaan yang dirasakan Syifa saat ini adalah perasaan yang sama dengan Koh Hery yang juga mengaku pernah ditinggalkan ibu tercinta pada tahun 2021.
Perasaan rindu terhadap orang yang dicintai tetapi meninggalkan dunia lebih dahulu (meninggal, red), sesekali perasaan itu kerap datang kembali. Oleh karenanya, Koh Hery mengaku jika sampai saat ini ia masih menyimpan perhiasan milik almarhumah ibunya. Bahkan voice note sang ibu pun tak pernah ia hapus di HP-nya.
Mulai dari sana-lah rasa empati Koh Hery kepada Syifa dimulai. Terlebih ketika membaca berita-berita Syifa di media sosial tentang cincin yang hilang.
Saat itu-lah Koh Hery mengaku langsung menghubungi seluruh kepala toko emas di lima cabang miliknya. Dengan harapan bisa menemukan cincin dengan model yang sama untuk diberikan kepada Syifa.
Beruntung dan memang sudah menjadi rezekinya Syifa, akhirnya Koh Hery menemukan satu stok cincin yang sama dengan cincin Syifa yang hilang.
Disaksikan Bupati Aep, akhirnya cincin tersebut diberikan Koh Hery kepada Syifa. Terima kasih orang-orang baik yang sudah menunjukan rasa empatinya kepada Syifa.***
Catatan Redaksi : Opiniplus.com – media kami mendukung setiap langkah kebaikan orang-orang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).










