Selasa, Mei 26, 2026
spot_img

Kades di Pamanukan Subang Desak Percepatan Pembangunan Embung

SUBANG Langkah konkret penanganan bencana banjir di Kecamatan Pamanukan terus diperjuangkan oleh berbagai elemen masyarakat.

Delapan kepala desa bersama unsur warga menggelar audiensi strategis guna mendorong Pemerintah Kabupaten Subang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar segera merealisasikan pembangunan embung air di wilayah tersebut.

Audiensi ini digagas oleh Gerakan Akselerasi Antisipasi Banjir (GAAB) sebagai wujud kepedulian kolektif terhadap persoalan banjir menahun yang kerap melumpuhkan kawasan Pamanukan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Pamanukan pada Selasa (10/2/2025).

Hadir dalam forum tersebut sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, Camat Pamanukan, serta perwakilan anggota DPRD Kabupaten Subang dari Daerah Pemilihan (Dapil) V.

Berita Lainnya  Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

Dalam audiensi tersebut, para kepala desa menekankan pentingnya percepatan pembangunan embung air yang direncanakan berlokasi di Desa Rancahilir, Kecamatan Pamanukan.

Embung dengan rencana luas sekitar 2,7 hektare tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam mengendalikan debit air.

”Pembangunan embung ini dinilai sangat vital untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi, sehingga potensi banjir yang merendam pemukiman dan lahan pertanian dapat ditekan secara signifikan,” ujar Kepala Desa Lengkongjaya Ade Hermawan dalam forum tersebut, dilansir dari PikiranRakyat.com.

Berita Lainnya  Diberhentikan Sepihak, Ketua Pengawas Koperasi RS Bayukarta Bakal Adukan Persoalan ke DPRD

Camat Pamanukan, Bambang Edi P, menambahkan bahwa selain pembangunan embung, peserta audiensi juga mengusulkan langkah teknis lainnya berupa percepatan normalisasi sejumlah saluran air dan sungai utama.

Beberapa titik yang menjadi prioritas usulan normalisasi antara lain Kalen Sema Sungai Cigadung, dan Sungai Cipunagara

Upaya normalisasi ini dianggap krusial untuk mengembalikan kapasitas daya tampung sungai dan menjamin kelancaran aliran air menuju muara, guna mengurangi risiko luapan yang selama ini menjadi pemicu utama banjir di sejumlah desa.

Para kepala desa berharap Pemerintah Daerah (Pemkab Subang) maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian ekstra dan serius terhadap isu ini.

Berita Lainnya  Kapan Flyover Bulak Kapal Dibangun, Pemkot Bekasi Masih Tunggu Skema Bantuan Presiden

Banjir tahunan di Pamanukan tidak hanya merugikan secara materi melalui kerusakan infrastruktur, tetapi juga memukul sektor ekonomi pertanian dan menghambat aktivitas publik di jalur Pantura.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum penguatan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak legislatif dalam merumuskan langkah nyata serta alokasi anggaran yang tepat guna membebaskan kawasan Pantura Subang dari ancaman banjir.**

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Tertipu WO yang Dikenal di Instagram, Pasangan Pengantin Viral ini Resmi Buat Laporan Polisi

JAKARTA - Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) akhirnya resmi mempolisikan wedding organizer (WO) dan katering bernama Marwah Catering Service ke Mapolres Jakarta...

Relokasi Pasar Rengasdengklok Dinilai Gagal, Diduga Ada Pungli Rp 2 Juta kepada Pedagang yang Bertahan di Pasar Lama

KARAWANG - Relokasi pedagang Pasar Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi dinilai gagal. Alih-alih menata kondisi pasar yang semrawut agar terlihat lebih rapih, program relokasi Pasar...

KDM Sebut Persib Klub Profesional Tanpa Campur Tangan Pemerintah, Janji Guyur Bonus Rp 1 Miliar dari Kantong Pribadi

BANDUNG - Sebagai pencetak rekor hattrick juara tiga kali berturut-turut, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebut jika Persib Bandung merupakan klub sepak...

Hoaks Teror Pocong, Polisi Ungkap Hanya Cosplay Pengamen

JAKARTA - Polisi mengungkap sosok menyerupai pocong yang sempat meresahkan warga di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sosok pocong tersebut ternyata seorang pengamen yang...

KPK Pastikan akan Proses Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Ambulans Dinkes Kota Bekasi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti laporan masyarakat, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan mobil ambulans dan mobil jenazah,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan