Jumat, Juli 17, 2026
spot_img

Penyegaran Organisasi, Pemkot Bekasi Kembali Lakukan Rotasi-Mutasi Jabatan

KOTA BEKASI – Dalam rangka upaya penyegaran organisasi dan pengisian jabatan yang kosong, Pemkot Bekasi kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap puluhan pejabat struktural Eselon III dan IV, sekaligus kepala unit pelayanan di bidang kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 44 pejabat Eselon III dan IV menjalani rotasi dan mutasi jabatan. Selain itu, Pemkot Bekasi juga mengangkat dan melakukan alih tugas terhadap 17 Kepala UPTD Puskesmas Kota Bekasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, agar dapat berjalan optimal dan tidak mengalami hambatan akibat kekosongan jabatan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan, bahwa rotasi dan mutasi ini merupakan bagian dari manajemen organisasi yang dilakukan secara terencana dan profesional. Pengisian jabatan dilakukan baik di tingkat dinas maupun kewilayahan, termasuk pada sektor pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Berita Lainnya  Pemkab Karawang Raih Penghargaan Anugerah Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel

“Rotasi dan mutasi ini dilakukan untuk mengisi jabatan yang kosong sekaligus memastikan roda organisasi tetap berjalan dengan baik, termasuk di tingkat puskesmas yang sangat berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Tri Adhianto, saat memimpin prosesi pelantikan dan sumpah jabatan, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, bahwa pelantikan kepala UPTD puskesmas dilakukan secara bersamaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan berkesinambungan. Menurutnya, keberadaan pimpinan yang definitif sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan di setiap wilayah.

Berita Lainnya  BKPSDM Sudah Panggil Kadishub Muhana : "Belum Ada Laporan Resmi dari Korban"

Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, Tri Adhianto menegaskan bahwa rotasi dan mutasi juga menjadi sarana pembinaan karier ASN. Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, berkomitmen menerapkan sistem merit dengan memberikan kesempatan promosi kepada aparatur yang memiliki kompetensi dan prestasi.

“Kami ingin memberi ruang kepada ASN yang berprestasi dan memiliki uji kompetensi yang baik untuk naik jabatan. Prestasi dan kinerja harus menjadi dasar utama dalam pengembangan karier,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Bekasi berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab barunya.

Berita Lainnya  Wali Kota Bekasi Minta Mizuda Group Sulap Bantargebang Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan dan Ekonomi Hijau

Ia juga mengingatkan agar setiap pejabat bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan publik.

Melalui rotasi dan mutasi ini, Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya membangun birokrasi yang solid, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

Dengan aparatur yang kompeten dan berprestasi, diharapkan kinerja pemerintah daerah semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.***

Sumber : bekasikota.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Rapat Banggar DPRD Riau Ricuh, Anggota Dewan Nyaris Adu Jotos

RIAU - Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau yang berlangsung di Ruang Medium DPRD Riau berakhir...

Gadis ini Alami Trauma karena Jadi Korban Pemerkosaan Ayah dan Paman Selama Bertahun-tahun

BEKASI - Perempuan berinisial IA (22), warga Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya berani lapor ke polisi usai curhat ke seorang jemaat gereja soal...

Polisi Tetapkan Tersangka Gadis 19 Tahun yang Kubur Bayi di Subang

SUBANG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang menetapkan seorang gadis berinisial J (19) sebagai tersangka dalam kasus penemuan jasad bayi laki-laki yang terkubur...

Puluhan Massa Demo Tolak Kedatangan Jokowi di Jawa Barat

BANDUNG - Gelombang penolakan terhadap rencana safari politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jawa Barat mulai bermunculan. Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Umat...

DPR RI Soroti Anggaran Fantastis Rp1,8 Triliun Pengadaan Kipas Angin

JAKARTA - Komisi VI DPR RI membahas perkembangan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, Rabu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan