Rabu, September 30, 2026
Google search engine

Banjir Terus-terusan, KDM Minta Pemkab Bekasi Tata Ulang Kawasan Pemukiman dan Perumahan

BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) meminta agar Pemkab Bekasi mengevaluasi atau menata ulang kawasan pemukiman dan perumahan. Hal ini menyusul banyaknya perumahan di Bekasi yang terendam banjir saat diguyur hujan deras.

KDM meyebut jika penyebab banyaknya perumahan di Bekasi yang mengalami kebanjiran, salah satunya karena pertambahan penduduk yang masif sehingga kebutuhan akan rumah meningkat.

Ia menuturkan, karena UMK Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi salah satu yang tertinggi di Indonesia, banyak orang yang berbondong-bondong untuk bekerja di sana. Alhasil, kebutuhan akan rumah meningkat.

Alhasil, banyak area rawa-rawa dan persawahan di Bekasi yang ‘disulap’ menjadi perumahan. Hal ini menyebabkan kurangnya daya serap air.

Berita Lainnya  Bupati Karawang Resmikan Bantuan 8 Rumah Baru untuk Lansia

“Implikasinya adalah penghitungan terhadap, satu, kemampuan daya serap air. Itu sudah tidak dihitung. Dua, daya dukung sungai sebagai aliran air yang mengalirkan air dari wilayah Bogor ke laut. Itu tidak dihitung,” tuturnya dalam acara Land Clearing Rumah Susun Subsidi untuk Rakyat, di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/1/2026).

Lebih lanjut, sedimentasi sungai serta maraknya bangunan liar juga menjadi faktor penyebab banjir di perumahan yang ada di Bekasi.

“Maka kita bisa melihat bahwa sekarang itu yang terjadi di Kabupaten Bekasi, banjir itu selalu melanda kawasan perumahan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Menimipas dan Bappisus Sidak Lapas Cibinong, Sejumlah Fasilitas Mewah Sudah Dikosongkan

Maka dari itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk melakukan perubahan tata ruang. Ini harus dilakukan dengan pendekatan akademis dan teknis, bukan politis.

“Walaupun kuat politiknya, tapi longsor nggak bisa dicegah karena kekuatan politik atau putusan di DPR memutuskan suara bulat, nggak bisa. Karena alam itu nggak bisa dibohongi,” kata KDM.

Selain itu, KDM juga meminta Pemkab Bekasi untuk melakukan penataan ulang kawasan perumahan dan permukiman yaitu dengan mulai dibangunnya hunian vertikal.

“Solusinya adalah sudah ditawarkan oleh Menteri Perumahan karena memiliki kedekatan dengan orang-orang yang memiliki kemampuan pengembangan perumahan. Orang nyebutnya konglomerat. Salah satunya adalah tawarannya ke depan dimulai dari Meikarta. Perumahan dibangun vertikal. Dan tidak boleh menyebut lagi rumah susun. Karena begitu disebut rusun, orang nggak mau. Disebut saja apartemen,” tuturnya.

Berita Lainnya  Rangkaian HUT ke-393 Tahun, Pemkab Karawang Gelar Mancing Gratis Serentak di 30 Kecamatan

KDM mengaku sudah menghubungi pengembang kawasan di Purwakarta, Subang, Indramayu, Depok hingga Bandung Raya untuk membangun rusun subsidi.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

10 Bangunan Klaster Mewah di Lapas Cibinong Akhirnya Dibongkar

Sebanyak 10 bangunan yang disebut sebagai klaster mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, dibongkar pada Rabu (30/9/2026). Pembongkaran dilakukan setelah bangunan...

Kecewa Di-PHK Sepihak, Ibu-ibu Geruduk SPPG dan Ungkap Dugaan Ayam Busuk untuk Diolah Menu MBG

Beberapa ibu-ibu dan warga menggeruduk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, pada Minggu (27/9/2026). Aksi ini dipicu...

Tak Tercatat di SIMAK BMN, KPK Telusuri Sumber Dana 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti keberadaan bangunan di sekitar area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Jawa Barat, yang tidak tercatat di dalam Sistem Informasi Manajemen...

Selama Ada Prabowo, Dedi Mulyadi Tidak Mungkin Maju di Pilpres 2029

Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ikut diperbincangkan dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Namun, pengamat politik Adi Prayitno menilai wacana...

Ombudsman RI : Asal Bayar Rp250 Juta, Warga Binaan Bisa Gunakan HP di Rutan

Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati mengungkapkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp250 juta bagi warga binaan yang ingin menggunakan handphone di Rutan Kelas...

Hukum

10 Bangunan Klaster Mewah di Lapas Cibinong Akhirnya Dibongkar

Sebanyak 10 bangunan yang disebut sebagai klaster mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, dibongkar pada Rabu (30/9/2026). Pembongkaran dilakukan setelah bangunan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan