Selasa, September 15, 2026
spot_img

Kepala BGN : “Jangan Bandingkan Sekolah Rusak dengan Dapur MBG”

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta masyarakat tidak lagi membenturkan kondisi sekolah rusak dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Menurut Sudaryono, banyak sekolah yang kini menjadi sorotan sebenarnya sudah mengalami kerusakan jauh sebelum Program MBG berjalan. Ia menegaskan pemerintah saat ini juga terus melakukan perbaikan sekolah melalui mekanisme yang telah disiapkan.

“Kalau ada sekolah rusak yang ditemukan, cukup laporkan. Sudah ada portal di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pasti akan diperbaiki,” kata Sudaryono di Jakarta, Rabu (29/7/2026), mengutip dari ANTARA.

Berita Lainnya  Polda Metro Jaya akan Dalami Dugaan Keterlibatan GRIB Jaya dalam Kericuhan Demonstrasi

Ia menilai perbandingan antara bangunan dapur MBG yang baru dengan gedung sekolah yang sudah lama rusak tidak tepat.

Menurutnya, dapur MBG dibangun oleh mitra program dengan skema pendanaan tersendiri, sedangkan rehabilitasi sekolah merupakan program berbeda yang menjadi tanggung jawab kementerian terkait.

“Sudah diperbaiki sekitar 70 ribu sekolah. Lalu ketika masih ditemukan sekolah rusak, apalagi di sebelahnya ada dapur MBG yang baru dan bersih, kemudian dibanding-bandingkan. Menurut saya itu tidak fair. Tapi tidak apa-apa, itu bagian dari dinamika demokrasi,” ujarnya.

Berita Lainnya  Ratusan Santri Manbaul Hikam - Sidoarjo Keracunan Usai Santap Menu MBG

Sudaryono menegaskan fokus utama BGN saat ini adalah memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi sehingga makanan yang diterima anak-anak sekolah benar-benar layak dan bermanfaat.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan berbagai persoalan yang ditemukan, tanpa perlu menambah narasi yang justru memperkeruh keadaan.

“Kalau menemukan sesuatu yang tidak benar, sampaikan apa adanya. Tidak perlu dibumbui ini dan itu,” katanya.

Berita Lainnya  Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

Lebih lanjut, Sudaryono memastikan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, setiap persoalan di bidang pendidikan, kesehatan, maupun gizi harus diselesaikan melalui langkah konkret, bukan sekadar menjadi perdebatan di ruang publik.

“Masalah kita cari, kita temukan, kita cari solusinya, lalu kita selesaikan. Memang itu tugas pemerintah,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan