Jumat, Agustus 14, 2026
spot_img

Relokasi Pasar Tumpah di Bekasi Masih Terkendala Penolakan Warga

BEKASI – Kebijakan relokasi pasar tumpah di Jl. Kapten Sumantri dan Jl. RE. Martadina masih mendapatkan penolakan dari sebagian warga.

Oleh karenanya, Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, Forkopimda, unsur perangkat daerah, camat, serta kepala desa terkait menggelar rapat koordinasi terkait persoalan ini, Jumat (30/1/2026).

Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menjelaskan bahwa rapat tersebut membahas rencana pemindahan sementara pedagang dari lokasi pasar yang saat ini berada di atas aset milik pemerintah daerah.

“Relokasi pasar ini tadi kita rapatkan bersama camat dan kepala desa. Intinya memang ada penolakan dari sekitar 40 kepala keluarga, tetapi pemerintah akan menempuh cara persuasif,” ujarnya.

Berita Lainnya  Perintah Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Pecat Oknum Dishub yang Pungli Sopir Truk

Menurutnya, lokasi pasar yang saat ini digunakan merupakan aset Pemda dan kondisinya dinilai sudah tidak tertata dengan baik. Selain menimbulkan persoalan kebersihan, di lokasi tersebut juga ditemukan banyak bangunan liar (bangli).

“Kalau dibiarkan terus kan kondisinya kotor. Makanya perlu ada ketegasan dari pemerintah. Ternyata di situ juga banyak bangunan liar yang nanti akan kita rapikan,” jelasnya.

Asep menegaskan, relokasi yang direncanakan bersifat sementara, seiring dengan rencana penataan kawasan, termasuk kawasan Ramayana yang akan dibenahi pemerintah daerah.

Berita Lainnya  KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

“Ini sifatnya sementara. Nanti kalau Ramayana sudah ditata, pedagang akan kita arahkan ke sana,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan relokasi, dirinya memastikan pemerintah tidak akan bertindak tergesa-gesa. Tahapan awal akan dilakukan melalui pendekatan persuasif dengan pemberian surat pemberitahuan secara bertahap kepada para pedagang.

“Kita rapat dulu, lalu kita kasih surat. Bisa sekali, dua kali, sampai tiga kali. Karena yang kita butuhkan adalah pedagang yang mau direlokasi, bukan dipaksa,” tegasnya.

Berita Lainnya  Ditertawakan, Wali Kota Bandung 'Ngamuk' Saat Tinjau Lokasi Penebangan Pohon

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan melakukan pendataan terhadap pedagang yang bersedia direlokasi, termasuk memperkenalkan mekanisme penataan dan opsi lokasi sementara yang disiapkan.

“Intinya bakal kita rapikan. Tahapannya persuasif dulu, sambil didata mana saja pedagang yang tertarik dan siap mengikuti relokasi,” tutupnya.***

Sumber : bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dorong Transisi ke Motor Listrik, Prabowo: Kalau Masih Ada yang Pakai Motor Bensin, Rasain Sendiri

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan motor listrik dan meninggalkan motor dengan bahan bakar fosil. Prabowo mengatakan, pemerintah akan menyediakan...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Warga Melawan Lempar Batu hingga Petasan

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara kembali menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis...

Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Gowa Ricuh, Husniah Talenrang Bawa Wanita Hamil

GOWA - Suasana rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sempat memanas hingga diwarnai kericuhan. Kericuhan ini dipicu oleh teriakan dari...

Kepala SPPG di Karanganyar Muntah Usai Cicipi Ayam Menu MBG

KARANGANYAR - Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 94 siswa SDN 2 Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, batal dibagikan pada Rabu (12/8/2026). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)...

Proses Evakuasi Lansia dalam Sumur Berlangsung Dramatis, Jasad ‘Dijaga’ Ular Kobra

TASIKMALAYA - Proses evakuasi jasad Aam Amelia (45), seorang perempuan di Kabupaten Tasikmalaya, sempat terhenti berulang kali. Penyebabnya, di dalam sumur tua sedalam 12...

Hukum

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan