PURWAKARTA – Mengetahui para guru di SDN 1 Cisalada ‘ngawaluy’ alias telat datang ke sekolah, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) langsung menyemprot para pejabat Dinas Pendidikan Purwakarta.
Diketahui, sebenarnya kedatangan Om Zein ke SDN 1 Cisalada ini bukan dalam rangka inspeksi mendadak (sidak). Melainkan kunjungan biasa untuk membagikan sepatu gratis kepada para siswa. Karena sebelum berkunjung ke SDN 1 Cisalada, Om Zein juga sempat berkunjung ke SDN 3 Cisalada terlebih dahulu.
Namun saat tiba di SDN 1 Cisalada sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi hujan deras, Om Zein mendapati para guru di sekolah ini belum datang. Sementara para siswa sudah berada di sekolah untuk bersiap menerima pembelajaran.
Tepat di hadapan Sekretaris Disdik Purwakarta, Aries Rapelianto, Om Zein mengeluarkan teguran keras: “Jangan kebanyakan di kantor, nguriling ke sekolah-sekolah,” tegur Om Zein, dilansir dari video instagram @omzein_bupatiaing, Sabtu (24/1/2026).
“Mana guruna?. Masa gurunya belum pada datang jam segini. Gimana ini Ris?, gimana nih Dinas Pendidikan?,” timpal Om Zein.
Om Zein menegaskan, jam masuk sekolah di Purwakarta seharusnya pukul 06.30 WIB. Namun faktanya, mendekati pukul 07.00 WIB tidak ada guru SDN 1 Cisadala yang hadir di sekolah.
“Masuk sekolah jam 06.30 WIB kan?, ini jam segini guru gak ada Ris, gimana nih Dinas Pendidikan?,” tegur Om Zein lagi ke Aries.
Om Zein mengungkapkan bahwa ia sudah menerima banyak laporan dari masyarakat tentang guru yang datang terlambat. Sehingga ia turun langsung ke sekolah-sekolah untuk membuktikan informasi tersebut.
“Ini sengaja Om Zein keluar subuh, karena banyak laporan, jadi guru itu pada telat datang. Ini buktinya keliatan, mau jam 7, guru belum ada satu pun,” katanya dengan nada kesal.
Om Zein bahkan mempertanyakan apakah para pejabat Disdik mengetahui kondisi lapangan yang seperti ini (guru telat masuk sekolah).
“Pak Aries tahu gak selama ini ada sekolah-sekolah yang jam segini guru belum pada datang?,” tanya Om Zein.
Atas persoalan ini, Om Zein memerintahkan pejabat Disdik tidak boleh lagi hanya berdiam diri di kantor, tetapi harus turun langsung melakukan pengawasan ke sekolah-sekolah.
“Kasih tau yang membidanginya, jangan hanya diam di kantor, keliling ke sekolah-sekolah. Kalau belum sempat keliling, umumkan di grup, umumkan ke UPTD, kasih tahu, gak boleh lagi ada seperti ini,” tegas Om Zein.
Om Zein meminta agar intruksinya segera disampaikan ke seluruh sekolah di Purwakarta. Ia menekankan agar kasus serupa tidak boleh terulang lagi.
Merespons intruksi Om Zein, Dinas Pendidikan Purwakarta langsung bergerak cepat. Pengawas dan kepala SDN 1 Cisalada dipanggil untuk mendapat pembinaan dan arahan guna memperbaiki pelayanan pendidikan.
Pembinaan dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, yang didampingi Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, dan para Kepala Seksi.
Dalam kesempatan itu, Sadiyah menegaskan bahwa kepala sekolah, guru, maupun pengawas harus memberikan layanan optimal kepada peserta didik.
Menurut Sadiyah, pelayanan pendidikan tidak bisa menunggu dan harus segera diperbaiki. “Guru serta kepala sekolah harus memberi contoh kepada peserta didik dengan memberikan pengawasan lebih awal,” katanya, dilansir dari JabarNews.com.
Kadisdik Purwakarta juga menekankan pentingnya guru dan kepala sekolah hadir tepat waktu, bahkan sebelum jam masuk pembelajaran dimulai. Komitmen ini harus konsisten dijaga agar tidak terjadi indisiplin serupa di kemudian hari.
“Semua harus memperbaiki kinerja baik pejabat Disdik, staf, pengawas dan kepala sekolah sehingga tidak terjadi indisiplin pegawai di kemudian hari,” tandas Sadiyah.***
Ket foto : Keceriaan para siswa SDN 1 Cisalada setelah mendapatkan kabar akan menerima bantuan sepatu gratis dari Om Zein.










