Rabu, Februari 11, 2026
spot_img

Dipenuhi Rumput Liar, Puluhan Kendaraan Milik Pemkot Bekasi Terbengkalai

KOTA BEKASI – Puluhan kendaraan yang merupakan aset milik Pemkot Bekasi terbengkalai, karena diduga terjadi pembiaran oleh pemerintah setempat.

Kendaraan yang berada di sebuah lahan kosong di Jalan Telkom, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya ini terlihat sudah rusak parak dan dipenuhi rerumputan liar.

Berdasarkan pantauwan wartawan, aset Pemkot Bekasi yang terbengkalai ini diantaranya tiga kendaraan operasional Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk satu unit mobil oranye penyiram tanaman.

Kemudian, satu unit bus toilet milik Pemkot Bekasi, satu unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil Kijang operasional Kecamatan Bekasi Barat.

Berita Lainnya  Bupati Aep dan Forkopimda Bersih-bersih Hutan Mangrove Tangkolak

Lima unit motor gerobak pengangkut sampah juga tampak terbengkalai dan berdebu. Tak hanya itu, satu unit mobil angkutan kota (angkot) juga ikut terparkir, menambah deretan kendaraan lama yang kini hanya menjadi rongsokan.

Dikonfirmasi temuan ini, Pemkot Bekasi melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akhirnya mengangkut dan mendata
sejumlah kendaraan dinas di lahan Eks Wali Kota Bekasi ini.

Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto membenarkan ada pemindahan unit aset
tersebut. Menurutnya, proses ini adalah tindak lanjut prosedural untuk menilai kondisi
fisik kendaraan yang mayoritas sudah mengalami kerusakan berat.

Yudianto menjelaskan, kendaraan-kendaraan operasional, termasuk mobil berdimensi besar yang selama ini terparkir di lokasi tersebut, tengah memasuki tahap penilaian (appraisal) oleh tim independen.

Berita Lainnya  Pemuda Pancasila - KNPI Kolaborasi Gelar Pengobatan Gratis untuk Korban Banjir

“Mobil-mobil besar itu memang sudah lama di sana. Kondisinya apa adanya, bahkan
ada yang ditumbuhi rumput. Nanti akan dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),
nilainya tentu sudah jauh turun,” ungkap Yudianto kepada wartawan, Rabu (21/01/26).

Yudianto memaparkan bahwa mekanisme penghapusan aset negara tidak bisa dilakukan sembarangan. Pihaknya harus menunggu hasil audit valuasi dari KJPP untuk menentukan harga dasar lelang.

Berdasarkan estimasi awal, kendaraan dengan kondisi rusak berat diprediksi mengalami depresiasi nilai yang signifikan, hanya menyisakan sekitar 20 hingga 30 persen dari harga perolehan awal. Opsi pelelangan pun kemungkinan akan dilakukan dengan sistem borongan (scrap).

Berita Lainnya  Rakernas LSM Laskar NKRI Galang Donasi Korban Banjir

Terkait jumlah pasti unit yang sedang diinventarisasi, Yudianto menyebut timnya
masih bekerja di lapangan untuk memverifikasi data fisik antara mobil, motor, maupun kendaraan operasional khusus seperti pemadam kebakaran.

“Sekarang masih kta data. Kemarin itu baru tahap awal dalam rangka pendataan
dan penilaian,” tegasnya.***

Sumber : BekasiSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Noel Sebut ‘Parpol Tiga Huruf’ Terlibat Kasus Pemerasan yang Menjeratnya

JAKARTA - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel kini mengungkapkan bahwa partai politik (parpol) yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan...

Pemprov Jabar Akhiri Moratorium, 47 Izin Tambang Kembali Boleh Beroperasi

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melunak dengan mengakhiri moratorium 47 ijin usaha pertambangan (IUP). Meski demikian, wilayah yang dipimpin Dedi Mulyadi (KDM)...

Terdampak Proyek Jalan Tol, Pemkab Bekasi Pastikan Relokasi SDN 03 Ciledug

BEKASI -  Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan relokasi Sekolah Dasar Negeri 03 Ciledug Kecamatan Setu, yang terdampak Proyek Strategis Nasional pembangunan jalan tol telah memasuki...

Mediasi Buntu, Ormas GMPI Ancam Demo Kawasan Surya Cipta

KARAWANG - Mediasi Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) dengan pihak pengelola Kawasan Surya Cipta berujung buntu. Mediasi yang hanya dihadiri oleh manajer security...

Tolak Trans Beken, Sopir Angkot di Kota Bekasi Gelar Demonstrasi

KOTA BEKASI - Menolak kehadiran Trans Beken yang baru saja diluncurkan, ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bekasi - Jawa Barat menggelar aksi...

Peristiwa

Sopir Mengantuk, Artis Sinetron Diva Siregar Alami Kecelakaan di Tol Jagorawi

BOGOR - Sopir diduga mengantuk, artis sinetron Diva Siregar mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 17.00 WIB, pada Sabtu (7/2/2026). Mobil...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI