Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Dipenuhi Rumput Liar, Puluhan Kendaraan Milik Pemkot Bekasi Terbengkalai

KOTA BEKASI – Puluhan kendaraan yang merupakan aset milik Pemkot Bekasi terbengkalai, karena diduga terjadi pembiaran oleh pemerintah setempat.

Kendaraan yang berada di sebuah lahan kosong di Jalan Telkom, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya ini terlihat sudah rusak parak dan dipenuhi rerumputan liar.

Berdasarkan pantauwan wartawan, aset Pemkot Bekasi yang terbengkalai ini diantaranya tiga kendaraan operasional Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk satu unit mobil oranye penyiram tanaman.

Kemudian, satu unit bus toilet milik Pemkot Bekasi, satu unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil Kijang operasional Kecamatan Bekasi Barat.

Berita Lainnya  SEPETAK Tuntut Nusron Wahid Dicopot, Desak Sahkan RUU Reforma Agraria

Lima unit motor gerobak pengangkut sampah juga tampak terbengkalai dan berdebu. Tak hanya itu, satu unit mobil angkutan kota (angkot) juga ikut terparkir, menambah deretan kendaraan lama yang kini hanya menjadi rongsokan.

Dikonfirmasi temuan ini, Pemkot Bekasi melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akhirnya mengangkut dan mendata
sejumlah kendaraan dinas di lahan Eks Wali Kota Bekasi ini.

Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto membenarkan ada pemindahan unit aset
tersebut. Menurutnya, proses ini adalah tindak lanjut prosedural untuk menilai kondisi
fisik kendaraan yang mayoritas sudah mengalami kerusakan berat.

Yudianto menjelaskan, kendaraan-kendaraan operasional, termasuk mobil berdimensi besar yang selama ini terparkir di lokasi tersebut, tengah memasuki tahap penilaian (appraisal) oleh tim independen.

Berita Lainnya  Kekeringan Lahan Sawah Semakin Meluas, Petani Bersiap Kepung Pemda, DPRD hingga Kantor ATR/BPN Karawang

“Mobil-mobil besar itu memang sudah lama di sana. Kondisinya apa adanya, bahkan
ada yang ditumbuhi rumput. Nanti akan dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),
nilainya tentu sudah jauh turun,” ungkap Yudianto kepada wartawan, Rabu (21/01/26).

Yudianto memaparkan bahwa mekanisme penghapusan aset negara tidak bisa dilakukan sembarangan. Pihaknya harus menunggu hasil audit valuasi dari KJPP untuk menentukan harga dasar lelang.

Berdasarkan estimasi awal, kendaraan dengan kondisi rusak berat diprediksi mengalami depresiasi nilai yang signifikan, hanya menyisakan sekitar 20 hingga 30 persen dari harga perolehan awal. Opsi pelelangan pun kemungkinan akan dilakukan dengan sistem borongan (scrap).

Berita Lainnya  Sempat Viral Diduga Ketahuan Selingkuh dengan Polisi di Dalam Mobil, Jaksa Cantik Franca Moniqa Dilantik Naik Jabatan

Terkait jumlah pasti unit yang sedang diinventarisasi, Yudianto menyebut timnya
masih bekerja di lapangan untuk memverifikasi data fisik antara mobil, motor, maupun kendaraan operasional khusus seperti pemadam kebakaran.

“Sekarang masih kta data. Kemarin itu baru tahap awal dalam rangka pendataan
dan penilaian,” tegasnya.***

Sumber : BekasiSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan