Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Dipenuhi Rumput Liar, Puluhan Kendaraan Milik Pemkot Bekasi Terbengkalai

KOTA BEKASI – Puluhan kendaraan yang merupakan aset milik Pemkot Bekasi terbengkalai, karena diduga terjadi pembiaran oleh pemerintah setempat.

Kendaraan yang berada di sebuah lahan kosong di Jalan Telkom, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya ini terlihat sudah rusak parak dan dipenuhi rerumputan liar.

Berdasarkan pantauwan wartawan, aset Pemkot Bekasi yang terbengkalai ini diantaranya tiga kendaraan operasional Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk satu unit mobil oranye penyiram tanaman.

Kemudian, satu unit bus toilet milik Pemkot Bekasi, satu unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil Kijang operasional Kecamatan Bekasi Barat.

Berita Lainnya  Massa Aksi Tuntut Tutup Permanen dan Tangkap Pemilik Theatre Night Mart

Lima unit motor gerobak pengangkut sampah juga tampak terbengkalai dan berdebu. Tak hanya itu, satu unit mobil angkutan kota (angkot) juga ikut terparkir, menambah deretan kendaraan lama yang kini hanya menjadi rongsokan.

Dikonfirmasi temuan ini, Pemkot Bekasi melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akhirnya mengangkut dan mendata
sejumlah kendaraan dinas di lahan Eks Wali Kota Bekasi ini.

Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto membenarkan ada pemindahan unit aset
tersebut. Menurutnya, proses ini adalah tindak lanjut prosedural untuk menilai kondisi
fisik kendaraan yang mayoritas sudah mengalami kerusakan berat.

Yudianto menjelaskan, kendaraan-kendaraan operasional, termasuk mobil berdimensi besar yang selama ini terparkir di lokasi tersebut, tengah memasuki tahap penilaian (appraisal) oleh tim independen.

Berita Lainnya  LBH Arya Mandalika : Bupati Karawang Tak Perlu Klarifikasi Soal Map di Rumah Eks Kepala BGN

“Mobil-mobil besar itu memang sudah lama di sana. Kondisinya apa adanya, bahkan
ada yang ditumbuhi rumput. Nanti akan dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),
nilainya tentu sudah jauh turun,” ungkap Yudianto kepada wartawan, Rabu (21/01/26).

Yudianto memaparkan bahwa mekanisme penghapusan aset negara tidak bisa dilakukan sembarangan. Pihaknya harus menunggu hasil audit valuasi dari KJPP untuk menentukan harga dasar lelang.

Berdasarkan estimasi awal, kendaraan dengan kondisi rusak berat diprediksi mengalami depresiasi nilai yang signifikan, hanya menyisakan sekitar 20 hingga 30 persen dari harga perolehan awal. Opsi pelelangan pun kemungkinan akan dilakukan dengan sistem borongan (scrap).

Berita Lainnya  Tegas! Pemuda Muhammadiyah Desak Theatre Night Mart Ditutup Permanen

Terkait jumlah pasti unit yang sedang diinventarisasi, Yudianto menyebut timnya
masih bekerja di lapangan untuk memverifikasi data fisik antara mobil, motor, maupun kendaraan operasional khusus seperti pemadam kebakaran.

“Sekarang masih kta data. Kemarin itu baru tahap awal dalam rangka pendataan
dan penilaian,” tegasnya.***

Sumber : BekasiSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Berselisih di Medsos, Remaja di Bekasi Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Diamankan

KOTA BEKASI - Sebanyak enam orang diamankan Polres Metro Bekasi Kota, karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan remaja berinisial SRR...

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan