Jumat, Mei 22, 2026
spot_img

3.247 Homoseksual di Jawa Barat Positif HIV

BANDUNG – Kelompok lelaki seks lelaki (LSL) atau gay atau homoseksual menjadi penyumbang tertinggi kasus baru HIV sepanjang tahun 2024 di Jawa Barat. Dari total 1,19 juta orang yang menjalani tes HIV tahun lalu, 52.105 di antaranya berasal dari kelompok LSL.

Hasilnya cukup mencengangkan, sebanyak 3.247 orang LSL dinyatakan positif HIV, jumlah tertinggi di antara semua kelompok yang diperiksa.

Kalau melihat dari grafik yang ada, itu artinya dari hampir 1,2 juta orang yang dites, penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, khususnya di kelompok laki-laki yang seks sama laki-laki,” ujar Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, Landry Kusmono, dilansir dari Detikcom, saat diwawancarai Kamis (26/6/2025).

Berita Lainnya  Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

Menurut Landry, temuan ini menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian HIV. Pasalnya, banyak LSL di Jawa Barat ternyata juga memiliki pasangan lawan jenis yang tak menyadari mereka turut menghadapi risiko penularan.

“Agak sulit memang kita mendefinisikan hubungan seksual itu sejenis atau lain jenis. Karena banyak juga dari yang berhubungan seksual sejenis itu juga melakukan hubungan seksual lain jenis. Banyak LSL di Jawa Barat itu juga punya pasangan,” kata Landry.

Dengan demikian, penularan HIV tidak hanya terbatas dalam satu lingkaran kelompok risiko, tapi bisa menjalar ke populasi umum.

Ia menambahkan, dari dua jalur utama penularan HIV yaitu hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik, penularan melalui hubungan seksual masih jauh lebih dominan.

Berita Lainnya  Jaksa Sebut Kekayaan Nadiem Tak Wajar, Tuntut Uang Pengganti Rp 5,68 Triliun

Ledakan Kasus dalam 3 Tahun Terakhir

Yang lebih mencemaskan, tren kasus HIV di Jabar dalam tiga tahun terakhir menunjukkan lonjakan drastis. Jika pada tahun-tahun sebelumnya penambahan kasus tahunan stabil di angka 5.000, sejak 2022 grafiknya menanjak tajam.

“Biasanya dari tahun 2010 sampai 2021 itu angkanya di 5.000. Paling tinggi 6.066 kasus di 2019. Tapi sejak 2022 angkanya langsung naik jadi 8.620, lalu 9.710 di 2023, dan 10.405 di Desember 2024,” ungkap Landry.

“Artinya, kenaikan kasus HIV baru yang ditemukan itu sudah 100 persen,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Soal Inisiasi TPU Tanpa Diskriminasi, Pontas: 'Kita Kawal, Jangan Sampai Hanya Omon-omon'

Lonjakan ini diyakini dipengaruhi oleh mobilitas kelompok berisiko pasca-pandemi. Banyak pekerja seks maupun pekerja migran yang kembali ke daerah asal karena hilangnya pekerjaan selama COVID-19.

“Banyak faktor, terutama perempuan pekerja seks dari luar daerah yang kembali karena tidak ada aktivitas di daerah sebelumnya. Mereka akhirnya menularkan di lingkungan terdekat mereka, keluarga ataupun masyarakat. Termasuk laki-laki dari Jawa Barat yang dulu kerja di luar daerah, itu juga yang menularkan,” jelasnya.

Sumber : Detikcom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

2 Buruh Tani di Pantura Subang Tewas Tersambar Petir

SUBANG - Nasib nahas menimpa dua orang buruh tani asal Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Subang, yang kehilangan nyawa akibat tersambar petir saat bekerja memanen...

Isu Teror Pocong di Tanggerang, Polisi Imbau Warga Tenang dan Tingkatkan Kewaspadaan

TANGGERANG - Isu liar teror 'pocong' mencuat di bilangan Tangerang. Isu itu menyebutkan adanya pocong tipuan meneror warga di Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten. Heboh isu...

Dana Bantuan Provinsi Turun Drastis, Anggota DPRD Sukabumi Kritik Dedi Mulyadi

SUKABUMI - Transfer keseluruhan dana dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kota Sukabumi turun drastis di periode Dedi Mulyadi. Hal itu diungkap oleh anggota DPRD...

Mangkir dari Panggilan DPRD Karawang, Koperasi Pindo Deli Siap-siap Dipolisikan

KARAWANG - Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar Komisi II DPRD Karawang, Kamis (21/5/2026). RDP ini membahas persoalan aduan puluhan eks anggota Koperasi PT. Pindo...

GRIB Jaya Dukung Kejari Karawang Bongkar Korupsi, dari Mulai Pokir Dewan hingga Jual Beli Proyek Dinas

KARAWANG - Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) mendukung langkah penegakan hukum oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, khususnya dalam penanganan kasus dugaan ...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan