Minggu, Agustus 16, 2026
spot_img

Viral Video PMI Asal Karawang Disekap di Libya Minta Tolong ke KDM

KARAWANG – Video memilukan yang memperlihatkan lima orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban penyekapan di Libya, viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, dua diantaranya yang diduga berasal dari Karawang, Jawa Barat, memohon bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar segera dipulangkan.

Kelima PMI tersebut tampak berbicara dengan kondisi lemas. Mereka mengaku menjadi korban penipuan oknum penyalur tenaga kerja.

Awalnya, mereka dijanjikan akan dipekerjakan secara resmi di Turki. Namun, kenyataannya mereka justru dibawa ke Libya tanpa kejelasan pekerjaan dan dokumen resmi.

Selama di Libya, para PMI mengaku mengalami nasib tragis. Mereka dikurung di sebuah lokasi dan dilarang berkomunikasi secara bebas dan mengalami tindak kekerasan fisik maupun verbal.

Berita Lainnya  Warga Depok Geger Penemuan Mayat Tanpa Kaki Diduga Korban Mutilasi

Selain itu, kelima PMI tidak diberikan pekerjaan yang dijanjikan dan tidak menerima gaji sepeser pun.

“Kami takut dan tertekan di sini. Tolong kami Pak Gubernur Dedi Mulyadi, kami ingin pulang ke Indonesia,” ujar salah satu PMI dalam video tersebut dengan nada bergetar.

Menanggapi video viral tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang mengaku sedang menelusuri identitas PMI asal Karawang tersebut. Namun, ketiadaan data lengkap menjadi kendala utama.

Berita Lainnya  Pengunjung RSI Karawang Panik, Ada Pria Meninggal Dunia di Toilet dalam Posisi Menggantung

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Karawang, Idin Junaedi, mengatakan, belum bisa memastikan identitas kedua PMI yang mengaku warga Karawang tersebut karena tidak adanya nama terang, alamat jelas, maupun dokumen pendukung lainnya.

“Ketiadaan informasi detail menyulitkan kami melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri maupun KBRI. Kami mengimbau warga Karawang yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti di video untuk segera melapor,” kata Idin Junaedi, Jumat (27/2/2026).

Laporan dari pihak keluarga dinilai sangat krusial untuk mempercepat proses verifikasi data. Hal ini juga menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengusut dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap oknum penyalur non-prosedural.

Berita Lainnya  5 Orang Sudah Diperiksa, Kapolda Sulut : "Pengemudi Berpotensi Jadi Tersangka"

Pemerintah daerah menegaskan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian terkait guna memastikan keselamatan para PMI serta mengupayakan proses pemulangan secepat mungkin.

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming bekerja di luar negeri secara ilegal (non-prosedural).***

Sumber : iNews Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Massa Kibarkan Bendera Bulan Bintang, Polisi Tembakan Gas Air Mata

ACEH - Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh. Agenda doa tolak bala dan zikir akbar yang...

Bobby Nasution Jenguk Siswa Korban Keracunan MBG yang Kondisinya Parah

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjenguk salah seorang siswa SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi...

Bukan Hanya 269 Siswa di Karo, 45 Siswa di Kota Dumai juga Keracunan MBG

RIAU - Bukan hanya 269 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dugaan keracunan menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terjadi di Kota Dumai...

Banyak Kasus Keracunan MBG, DPD RI : Anggaran Bahan Makanan Perlu Ditambah Jadi Rp 15-20 Ribu

SEMARANG - Anggota DPD RI Abdul Kholik mengungkapkan, masih banyak aspek yang perlu ditinjau dan dievaluasi dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal...

Kawal Program Presiden Prabowo, PKB Deklarasi ‘Satgas Prabowonomics’

JAKARTA - PKB melalui organisasi sayapnya, Panji Bangsa, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa. Satgas tersebut didirikan Panji Bangsa sebagai tindak lanjut dari...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan