Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Viral Video PMI Asal Karawang Disekap di Libya Minta Tolong ke KDM

KARAWANG – Video memilukan yang memperlihatkan lima orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban penyekapan di Libya, viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, dua diantaranya yang diduga berasal dari Karawang, Jawa Barat, memohon bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar segera dipulangkan.

Kelima PMI tersebut tampak berbicara dengan kondisi lemas. Mereka mengaku menjadi korban penipuan oknum penyalur tenaga kerja.

Awalnya, mereka dijanjikan akan dipekerjakan secara resmi di Turki. Namun, kenyataannya mereka justru dibawa ke Libya tanpa kejelasan pekerjaan dan dokumen resmi.

Selama di Libya, para PMI mengaku mengalami nasib tragis. Mereka dikurung di sebuah lokasi dan dilarang berkomunikasi secara bebas dan mengalami tindak kekerasan fisik maupun verbal.

Berita Lainnya  Karawang Gaduh Video Diduga Pasangan Muda-mudi LBGT yang Asik Berjoged

Selain itu, kelima PMI tidak diberikan pekerjaan yang dijanjikan dan tidak menerima gaji sepeser pun.

“Kami takut dan tertekan di sini. Tolong kami Pak Gubernur Dedi Mulyadi, kami ingin pulang ke Indonesia,” ujar salah satu PMI dalam video tersebut dengan nada bergetar.

Menanggapi video viral tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang mengaku sedang menelusuri identitas PMI asal Karawang tersebut. Namun, ketiadaan data lengkap menjadi kendala utama.

Berita Lainnya  Tersengat Kabel Aliran Listrik, Arak-arakan Sisingaan di Cikarang Utara Tewaskan 3 Kru Kesenian Asal Subang

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Karawang, Idin Junaedi, mengatakan, belum bisa memastikan identitas kedua PMI yang mengaku warga Karawang tersebut karena tidak adanya nama terang, alamat jelas, maupun dokumen pendukung lainnya.

“Ketiadaan informasi detail menyulitkan kami melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri maupun KBRI. Kami mengimbau warga Karawang yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti di video untuk segera melapor,” kata Idin Junaedi, Jumat (27/2/2026).

Laporan dari pihak keluarga dinilai sangat krusial untuk mempercepat proses verifikasi data. Hal ini juga menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengusut dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap oknum penyalur non-prosedural.

Berita Lainnya  Dugaan Sementara, Polisi Sebut Kebakaran di Pabrik BYD karena Puntung Rokok

Pemerintah daerah menegaskan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian terkait guna memastikan keselamatan para PMI serta mengupayakan proses pemulangan secepat mungkin.

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming bekerja di luar negeri secara ilegal (non-prosedural).***

Sumber : iNews Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan