Selasa, Juli 7, 2026
spot_img

Polemik Dana Hibah, Ketua Komisi I Ingatkan Dedi Mulyadi Tidak ‘Over Acting’

Menyikapi polemik dana hibah lembaga keagamaan yang diduga banyak terjadi penyimbangan, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya yang kasusnya sedang ditangai Polda Jabar, Komisi I DPRD Jabar meminta Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM) tidak over acting.

H. Rahmat Hidayat Djati (RHD), Ketua Komisi I DPRD Jabar menyampaikan, jika dianggap atau diduga terjadi penyimpangan dana hibah, maka seharusnya gubernur melakukan evaluasi, verifikasi dan validasi ulang untuk memastikan penyaluran dana hibah tahun 2025 tidak terjadi lagi penyimpangan.

Bukan kemudian akan menghapuskan dana hibah (menggantinya dengan program beasiswa santri) yang sudah menjadi kebijakan program pemerintah.

Berita Lainnya  'Anunya' Sudah Tidak Lagi Berfungsi, Mana Mungkin Lecehkan Anggotanya, Kasatpol PP Kota Bekasi : "Demi Allah Rasulullah, Saya Sama Sekali Tidak Melakukan..."

Karena menurut RHD, rencana kebijakan KDM yang akan menghapus atau mengganti dana hibah menjadi beasiswa santri ini dinilai tidak adil bagi dunia pendidikan islam, yang seolah-olah semua dana hibahnya bermasalah.

“Jangan langsung dihapus atau dinolkan, itu namanya semena-mena, menyalahi tata laksana perencanaan program pemerintahan dan terutama tidak adil terhadap dunia pendidikan islam. Karena seolah-olah menganggap semuanya bermasalah. Ini catatan penting buat KDM,” tutur RHD, saat dikonfirmasi Redaksi Opiniplus.com.

Disinggung mengenai pernyataan KDM ‘ada faktor kedekatan politik’ mengenai penyaluran dana hibah lembaga keagamaan selama ini, RHD menilai jika itu hanya sebatas persepsi KDM. Pasalnya, sampai sejauh ini belum ada pembahasan antara KDM dengan DPRD Jabar untuk menyikapi persoalan ini.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

“Itu persespsi KDM sebagai gubernur. Mestinya proporsional saja, tidak perlu over acting apalagi over statement. Padahal belum ada pembahasan yang sesuai mekanisme dan regulasi tata laksana perencanaan pemerintahan,” kata politisi PKB ini.

Adapun mengenai dugaan penyimbangan dana hibah yang sedang diselidiki Aparat Penegak Hukum (APH), RHD menegaskan bahwa semua sudah ada mekanisme dan regulasi yang mengatur pengelolaan dana hibah sejak perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan.

Dan mengenai pernyataan KDM yang ingin mengganti dana hibah dengan beasiswa santri, RHD mengaku jika internal Fraksi PKB akan membahasnya di internal rapat fraksi.

Berita Lainnya  'Nyanyian' Sony Sonjaya Setorkan 41 Nama Tokoh yang Diduga Terlibat Korupsi MBG

“Nanti akan dibahas di internal rapat Fraksi PKB minggu depan,” tutupnya.***

Ket foto : KDM dan RHD sedang berdiskusi di kegiatan apel Satgas Anti Premanisme di Kawasan Industri Karawang pada 27 Maret 2025 lalu.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan