Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Perusahaan di Bekasi Gulung Tikar, Disnaker : Bukan karena UMK Tinggi

BEKASI – Jumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi yang gulung tikar pada 2025 ini dinilai tercatat minim.

Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Nur Hidayah Setyowati, menyampaikan bahwa pada tahun ini jumlah perusahaan yang menghentikan operasionalnya tidak sampai 10.

Ia menegaskan, pelaporan penutupan perusahaan dilakukan melalui Sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan yang menjadi kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan. Sehingga pelaporan tersebut langsung masuk ke dalam database Kementerian bukan ke Pemerintah Daerah.

Berita Lainnya  Transformasi Digital bagi Pelaku UMKM, Disperindagkop Karawang Jalin Kerja Sama dengan PT. GOKAR

“Yang melapor ke kami itu tidak nyampe 10. Data wajib lapor itu pegangannya di kementerian, kita hanya bisa melihat melalui pengawasan UPTD Wilayah 2 Ketenagakerjaan,” terang Nur, Selasa (25/11).

Dari laporan yang diterima Disnaker, pemberhentian operasional beberapa perusahaan di Kabupaten Bekasi disebabkan berbagai faktor, salahsatunya dampak ekonomi global. Proses penutupan ini terjadi sejak awal tahun hingga menjelang akhir 2025.

Nur menegaskan bahwa kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Bekasi bukan menjadi salahsatu faktor perusahaan enggan berinvestasi atau memilih hengkang.

Berita Lainnya  Di HUT Karawang ke-393, KADIN Karawang Kirim Delegasi ke Korea Selatan

“Alasan karena UMK tinggi itu nggak ada. Yang tutup itu murni karena alasan bisnis,” tuturnya.

Adapun berdasarkan laporan realisasi investasi semester pertama 2025 yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp40,14 triliun, tertinggi di antara seluruh kota dan kabupaten se-Jawa Barat.

Realisasi investasi di Kabupaten Bekasi didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp24,18 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp15,96 triliun. (ris)

Berita Lainnya  Transformasi Digital bagi Pelaku UMKM, Disperindagkop Karawang Jalin Kerja Sama dengan PT. GOKAR

Sumber : RadarBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Hukum

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan