Minggu, April 19, 2026
spot_img

Pertama di Jawa Barat, Karawang Terapkan Sistem Assessment dalam Seleksi Kepsek

KARAWANG – Kabupaten Karawang menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang menerapkan sistem assessment dalam seleksi kepala sekolah sebagai persiapan rotasi dan mutasi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Wawan Setiawan menjelaskan inovasi ini diapresiasi oleh berbagai daerah, setelah Karawang baru saja dinobatkan sebagai juara rapor pendidikan kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Alhamdulillah kita menjadi yang pertama menerapkan sistem assessment ini, jadi bukan hanya untuk ASN yang mau jadi kepala dinas, sistem ini kita mulai terapkan untuk menata agar para kepala sekolah itu terpilih berdasarkan kompetensi dan jarak lokasi penugasan dan tempat tinggalnya,” kata Wawan saat diwawancara detikJabar, usai pembukaan acara Assessment di Fave Hotel, Kabupaten Karawang, Jumat (17/10/2025).

Berita Lainnya  SMK IDN Bogor Laporkan Keputusan Dedi Mulyadi ke Kemendagri dan Ombudsman

Dijelaskan Wawan, sistem ini bertujuan menggantikan penempatan kepala sekolah yang sebelumnya sering bergantung pada kedekatan personal atau faktor subjektif seperti, koneksi di kantor atau keluarga.

“Dulu, penempatan kepala sekolah tergantung kedekatan gitu. Sekarang, hasil assessment jadi patokan utama, termasuk aspek psikologis, manajemen, dan aturan formal,” kata dia.

Sistem assessment ini, juga melibatkan asesor profesional yang biasa digunakan untuk seleksi jabatan seperti camat atau kepala dinas, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Berita Lainnya  Aksi Memukau Abimanyu, Dalang Cilik Asal Purwakarta

“Penilaian assessment ini mencakup kemampuan psikologis, manajemen, dan syarat formil, seperti minimal golongan III/c untuk guru atau dari golongan II ke golongan IV sesuai aturan,” imbuhnya.

Assessment juga berfungsi untuk mengatur tempat tinggal dan jarak tempuh ke tempat tugas.

“Secara psikologis dan manajemen, dia memang mumpuni, tapi dalam assessment ini kita juga pertimbangkan kondisi rumah, jarak tempuh, supaya tidak capek dan efektif mengemban tugas,” jelas Wawan.

Contohnya, dijelaskan Wawan, guru asal Cikampek akan diprioritaskan ditempatkan di daerah dekat Kecamatan Cikampek atau sekitarnya, dengan beban perjalanan harian rata-rata 20-30 menit perjalanan.

Berita Lainnya  Bupati Aep Lantik Ratusan Kepsek, Tegaskan Program Beasiswa 'Karawang Cerdas' Berlanjut

“Alasan pertimbangan jarak ini juga terkait kesejahteraan guru. Data kita menunjukkan dari 7.781 ASN di Karawang, 58% atau sekitar 4.200 orang adalah guru. Pemerintahan daerah belum bisa sepenuhnya mensejahterakan guru-guru, sistem ini juga menghindari kasus negatif seperti pungli di masa lalu, dengan rata-rata skor assessment di atas 50,” pungkasnya.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kang Ais Laporkan Dugaan Ijon Pokir Dewan ke Kejati Jabar?

KARAWANG - Salah seorang tokoh pergerakan Asep Irawan Syafei M.Si dikabarkan telah melaporkan dugaan ijon pokir Anggota DPRD Karawang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa...

Sultan Kemnaker Bersiap Jadi Saksi Mahkota, Noel Minta ‘Tak Saling Serang’

JAKARTA - Pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berjuluk Sultan Kemnaker mau menjadi saksi mahkota mengungkap kasus Immanuel Ebenezer (Noel), namun Noel minta tak saling serang. Sosok...

BGN Hamburkan Rp 1,5 Miliar untuk Beli Sikat dan Semir Sepatu

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat melakukan pengadaan barang berupa sikat dan semir sepatu menggunakan anggaran tahun 2025. Pengadaan barang ini dipublikasikan dalam...

Transformasi Kepemimpinan Tokoh Muda di Parpol Karawang, Apakah Partai Golkar akan Menyusul?

FAKTA politik menunjukan terjadinya transformasi kepemimpinan tokoh muda yang mendominasi peta perpolitikan di Kabupaten Karawang - Jawa Barat. Mereka-para tokoh muda bukan hanya sekedar mengisi...

46 Warga Karawang Keracunan MBG, Mayoritas Balita dan Ibu Menyusui

KARAWANG - Sebanyak 46 warga Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Mayoritas dari mereka adalah balita...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan