Jumat, Februari 27, 2026
spot_img

Perbaikan Jalan Rusak di Bekasi Terkendala Keterbatasan Anggaran

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi menghadapi tekanan fiskal dalam pembangunan infrastruktur pada 2026. Anggaran infrastruktur fisik dipangkas hampir separuh dibanding tahun sebelumnya, sementara kerusakan jalan bertambah akibat banjir.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menyebut pagu anggaran dinasnya turun dari sekitar Rp800 miliar pada 2025 menjadi sekitar Rp460 miliar pada 2026.

“Penurunan anggaran ini berdampak langsung pada kemampuan kami dalam memperbaiki kerusakan jalan yang masih luas. Apalagi kondisi infrastruktur jalan rusak parah akibat bencana banjir,” kata Henri, Rabu (25/2).

Henri meluruskan informasi mengenai anggaran infrastruktur jalan yang disebut mencapai Rp1,2 triliun. Menurutnya, dana yang benar-benar dikelola untuk program jalan dan jembatan tahun ini sekitar Rp313,86 miliar.

Anggaran tersebut tidak seluruhnya untuk pekerjaan fisik. Di dalamnya termasuk perencanaan teknis, pengawasan, survei, pengelolaan laboratorium, hingga operasional Unit Reaksi Cepat (URC). Adapun alokasi khusus untuk pekerjaan fisik jalan hanya sekitar Rp178,16 miliar.

Berita Lainnya  Menteri LH dan Wali Kota Bekasi Bersih-bersih Jalan Juanda hingga Pasar Baru

“Itu untuk rekonstruksi, pembangunan jalan baru, pemeliharaan rutin, dan pemeliharaan berkala. Total fisik jalannya sekitar Rp178 miliar,” ungkapnya.

Keterbatasan anggaran, diakui Henri, menjadi kendala utama percepatan pembangunan infrastruktur. Terlebih, sebagian dana baru dapat dicairkan pada termin ketiga dan keempat dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Meski demikian, pemerintah daerah berencana mempercepat proses lelang dengan skema pembayaran bertahap. Situasi menjadi lebih kompleks karena kerusakan jalan bukan hanya akibat faktor usia infrastruktur, melainkan juga dampak banjir dan genangan yang tak sepenuhnya terpetakan dalam dokumen perencanaan awal.

Kerusakan akibat bencana itu belum tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026. Pemerintah daerah kini mengajukan pergeseran anggaran darurat, yang masih menunggu persetujuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Kementerian Dalam Negeri.

Berita Lainnya  Pemerintah Kaji Program Perumahan Subsidi bagi Buruh Bekasi

Berdasarkan data 2025, total panjang jalan Kabupaten Bekasi mencapai 1.077,39 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 73,98 persen atau 797,39 kilometer berada dalam kondisi mantap. Sisanya, 26,02 persen atau 280,31 kilometer, tergolong tidak mantap.

Kerusakan berat mendominasi sepanjang 196,67 kilometer atau 18,28 persen. Adapun jalan rusak ringan tercatat 83,34 kilometer atau 7,73 persen.

“Ruas-ruas itu menjadi prioritas penanganan di tengah keterbatasan anggaran. Data tersebut hingga akhir 2025. Sangat mungkin kerusakan bertambah dan tingkat kemantapan jalan menurun pascabanjir,” ujarnya.

Ke depannya, ungkap Henri, Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kemantapan jalan secara bertahap melalui program perbaikan dan rekonstruksi. Tujuannya menjaga konektivitas wilayah, kelancaran mobilitas warga, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Lainnya  Ketum Laskar NKRI Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Jompo

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menilai kondisi keuangan daerah yang menurun harus diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap kualitas pekerjaan infrastruktur.

“Kualitas jalan harus menjadi perhatian. Perencanaan dan penganggaran juga perlu dimaksimalkan agar hasilnya lebih tahan lama,” kata Ade.

Ia menambahkan, DPRD telah membahas prioritas infrastruktur bersama TAPD. Menurutnya, perbaikan jalan penting untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Namun, di sisi lain, kebutuhan penanganan banjir juga mendesak.

“Dengan keterbatasan keuangan daerah, pengawasan harus diperkuat. Supaya hasil pekerjaan infrastruktur tetap berkualitas,” unarnya.***

Sumber : RadarBekasi.id – Foto : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Om Zein dan Abang Ijo Tak Sekompak Saat Kampanye Pilkada Dulu

PURWAKARTA - Sampai hari ini, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) belum memberikan pernyataan sedikit pun ke publik, terkait isu disharmonisasi dirinya dengan...

Rusunawa Bakal Disulap Jadi Sekolah Reguler (Sekolah Rakyat Sementara)

KARAWANG - Rencana pembangunan 'Sekolah Rakyat' di Kabupaten Karawang - Jawa Barat akhirnya mendapatkan kabar teranyar, setelah Mensos Gus Ipul dan Mendes Yandri melakukan...

45% Bantuan PKH Tidak Tepat Sasaran, Mensos dan Mendes Validasi DTSEN

KARAWANG - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melakukan melakukan kunjungan kerja ke...

Kenaikan Iuran BPJS Tak Berdampak ke Warga Miskin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan kenaikan iuran BPJS Kesehatan hanya berpengaruh ke masyarakat kelas menengah ke atas, bukan warga miskin. Pasalnya,...

Bohong Menu MBG Ada Ikan Lele Utuh sama Daging Sapi, Pengamat : Mark Up Anggaran Bisa Dipidana Korupsi

IBARAT kata pepatah : 'Belum lepas dari mulut harimau, sudah masuk ke mulut buaya', begitulah ketika menilik berbagai macam polemik dan kontroversi program Makan...

Hukum

Soal Kasus Mafia Tanah, VinFast Akhirnya Angkat Bicara

SUBANG - Manajemen PT VinFast Automobile Indonesia akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait pusaran kasus mafia tanah di Kecamatan Cibogo yang kini tengah diusut tajam...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan