Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Manggis Subang Tembus Pasar Internasional dengan Nilai Transaksi Rp 6,6 Miliar

SUBANG – Komoditas manggis asal Subang kembali menembus pasar internasional. Di tengah persaingan global yang kian ketat, buah berkulit ungu dari tanah Jawa Barat itu sukses melenggang ke China, menjadi bukti bahwa produk pertanian dalam negeri masih memiliki daya saing kuat di pasar dunia.

Keberhasilan tersebut ditorehkan Koperasi Produsen Upland Subang Farm. Pada ekspor kedelapan yang dilakukan Kamis (26/2/2026), koperasi itu melepas 3 ton manggis dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,6 miliar. Angka yang bukan sekadar statistik, tetapi simbol kebangkitan koperasi sebagai pemain ekspor.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut Subang sebagai daerah dengan potensi luar biasa di sektor komoditas pertanian.

“Ini membuktikan bahwa Kabupaten Subang sebagai Kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditi. Insyaallah kita siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah,” ujar Ferry.

Berita Lainnya  Relokasi Pasar Rengasdengklok Dinilai Gagal, Diduga Ada Pungli Rp 2 Juta kepada Pedagang yang Bertahan di Pasar Lama

Menurutnya, dukungan pemerintah tidak akan berhenti pada pujian semata. Kementerian Koperasi akan mendorong penguatan dari sisi kebijakan hingga akses pembiayaan. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk memberikan dukungan modal kepada koperasi tersebut.

Dengan dukungan pembiayaan, diharapkan Koperasi Upland Subang Farm mampu meningkatkan kualitas, kuantitas produksi, hingga melakukan diversifikasi usaha sesuai rencana bisnisnya.

“Saya yakin koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani dan bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana,” katanya.

Ia bahkan membuka peluang dukungan pembiayaan hingga Rp20 miliar, dengan catatan koperasi tersebut melalui proses inkubasi dan pendampingan berkelanjutan.

“Nanti ketika koperasi ini bisa dikembangkan kami akan mendorong pembiayaannya hingga Rp20 miliar tetapi tentunya harus melalui proses inkubasi dan pendampingan yang berkelanjutan,” katanya menambahkan.

Berita Lainnya  Mukab ke-8 Kadin Bekasi, Perkuat Kolaborasi  Pemerintah - Dunia Usaha untuk Tingkatkan Daya Saing Ekonomi

Keberhasilan ekspor manggis ini dinilai selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa dan ujung tombak produk lokal menembus pasar global.

Ferry juga menyinggung pembangunan ekosistem koperasi desa, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi. Ia berharap Koperasi Upland Subang Farm dapat terhubung dengan jaringan koperasi desa di seluruh Indonesia, sehingga produk tidak hanya bergantung pada pasar ekspor.

“Jadi jangan hanya diekspor saja tapi bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Produk lokal yang ada di Subang atau sekitarnya juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Ferry.

Di sisi lain, Manager Koperasi Upland Subang Farm, Dadang Firmansyah, mengungkapkan peluang pasar manggis dan nanas sebenarnya masih terbuka lebar. Permintaan datang dari berbagai negara. Namun, keterbatasan modal menjadi kendala utama untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar.

Berita Lainnya  Dewas PERUMDAM Tirta Tarum Ingatkan Direksi Tentang 2 Pesan Penting Bupati Karawang

“Buyer dari berbagai negara datang, tapi kemampuan modal kami tidak bisa mengimbangi permintaan pasar. Karena itu kami berharap kerjasama dengan LPDB agar permodalan kami semakin kuat,” ujarnya.

Ekspor manggis ke China bukan hanya soal transaksi miliaran rupiah. Ia menjadi penanda bahwa koperasi, ketika dikelola profesional dan didukung pembiayaan yang tepat, mampu berdiri sejajar di pasar global-membawa nama daerah, sekaligus membuka jalan lebih lebar bagi produk pertanian Indonesia menembus dunia.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan