Minggu, September 20, 2026
spot_img

Pemkab Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran

BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mempercepat perbaikan jalan rusak di sejumlah titik dengan skema pergeseran anggaran serta memajukan jadwal proyek fisik dari semester kedua ke semester pertama tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, terutama pada jalur-jalur utama yang dipadati kendaraan pemudik.

“Kami telah menggeser jadwal proyek agar bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Insya Allah sebelum Lebaran kami pastikan jalan di Kabupaten Bekasi sudah diperbaiki semua,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat ditemui di Cikarang Utara, Rabu (25/2/2026).

Berita Lainnya  Prabowo : "Biaya Pendidikan Sekolah Negeri hingga Universitas Harus Gratis"

Asep mengatakan, prioritas perbaikan difokuskan pada lintasan strategis yang menjadi akses utama pemudik guna menjamin keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan saat Lebaran.

Namun demikian, sebagai pelaksana tugas kepala daerah, Asep mengaku masih harus mengajukan izin ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pergeseran anggaran untuk percepatan proyek tersebut.

“Sedang izin pergeseran ke Kemendagri. Insya Allah secepatnya jalan rusak akan kita lakukan perbaikan,” kata Asep.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menyebut ada dua jalur krusial yang menjadi perhatian utama dan kini dikebut perbaikannya agar dapat dilalui optimal pada H-10 Lebaran 2026.

Berita Lainnya  Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

“Ada dua jalur yang harus kita tangani segera. Pertama jalur jalan negara dari batas kota sampai batas Karawang, kemudian Kalimalang,” kata Henri.

Henri mengatakan saat ini Pemkab Bekasi sudah menyiapkan anggaran perbaikan berkala jalan kabupaten sebesar sekitar Rp 11 miliar. Anggaran ini difokuskan untuk menangani titik-titik kerusakan yang dinilai mendesak.

Namun, Henri menjelaskan lokasi pekerjaan harus disesuaikan karena kerusakan terbaru ditemukan di titik yang berbeda dari perencanaan awal.

“Anggaran berkala kami siapkan sekitar Rp 11 miliar, tapi titiknya harus digeser karena kerusakan sekarang beda lokasi,” ujarnya.

Berita Lainnya  KDM Ungkap 3 Perusahaan yang Kerjasama dengan PT. Jui Shin Indonesia, Salah Satunya Diduga Milik Anggota DPRD Jabar

Ia mengatakan, saat ini proses pengadaan barang dan jasa, termasuk jasa konsultasi, telah berjalan.

Pemerintah daerah, kata dia, tinggal menunggu keputusan pimpinan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memulai pelaksanaan fisik di lapangan.

“Jasa konsultasi sudah jalan. Kalau sudah turun keputusan dan anggaran, kegiatan fisik langsung kita eksekusi,” kata Henri.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Hendak Transaksi Senpi, TNI Ringkus Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo

Personel TNI mengamankan Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) OPM Kodap 35 Bintang Timur, Abdon Kisamdu di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan,...

Sempat Viral Diduga Ketahuan Selingkuh dengan Polisi di Dalam Mobil, Jaksa Cantik Franca Moniqa Dilantik Naik Jabatan

Jaksa Franca Moniqa Sayogi yang sebelumnya viral terkait dugaan perselingkuhan dengan anggota polisi di Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kini bertugas di Kejaksaan...

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan