Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Perannya Diambil Sekda, Wagub Erwan ‘Ngambek Gede’

BANDUNG – Jarang terlihat masuk kantor, kebanyakan absen saat rapat sidang paripurna DPRD, terakhir menghadiri acara kelulusan siswa barak militer gelombang kedua di Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Herman Suryatman dinilai telah melampaui batas kewenangannya sebagai seorang Sekretaris Daerah (Sekda) yang seharusnya menangani urusan administratif serta mengkoordinasikan kinerja para kepala dinas.

Hal inilah yang kemudian membuat Wagub Jawa Barat, Erwan Setiawan akhirnya ‘ngambek gede’ alias marah besar kepada Sekda Herman Suyatman. Akhirnya, huhungan diantara keduanya dikabarkan retak.

“Memang ada keretakan, kenyataan. Saya di ruang, (ruangan saya di sini). Sekda di ruang sana, satu lantai, saya lewat tidak ada,” ujar Wagub Erwan, di Gedung Sate Bandung, dilansir dadi KompasCom, Senin (30/6/2025).

Menurut Erwan, sejumlah tugas yang secara struktural seharusnya menjadi domain Wakil Gubernur, kini justru dilaksanakan oleh Sekda.

Berita Lainnya  Pimpin Langsung Sidak, Bupati Aep Temukan THM hingga Minol Tak Berizin

Salah satu contoh yang disebutkan adalah kehadiran Sekda pada acara kelulusan siswa barak militer gelombang kedua di Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

“Sudah di luar batas. Saya katakan sudah di luar batas. Sudah di luar kewenangan-kewenangan dia. Terakhir kemarin, di Rindam. Itu kan bukan juga seorang Sekda di Rindam. Orang bisa menilai,” tegasnya.

Bagaimana Tugas Sekda Menurut Wakil Gubernur?

Erwan menekankan bahwa fungsi utama seorang sekretaris daerah adalah menangani urusan administratif serta mengkoordinasikan kepala dinas berdasarkan hasil temuan gubernur dan wakil gubernur di lapangan.

Ia menilai kehadiran Sekda seharusnya lebih banyak di kantor, bukan justru mengambil alih kegiatan-kegiatan yang lebih bersifat eksekutif.

“Sebenarnya perlu dipahami, namanya sekretaris daerah itu mengkoordinir sekretariat daerah. Seharusnya Pak Sekda selalu ada di kantor. Pak Gubernur di lapangan, saya ke lapangan,” ucap Erwan.

Berita Lainnya  Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

Apakah Ketegangan Ini Sudah Terlihat Sejak Lama?

Keretakan hubungan keduanya bukan hanya isapan jempol. Dalam sidang paripurna DPRD Jabar pada Kamis (19/6/2025), Erwan secara terbuka menyindir ketidakhadiran Sekda dalam berbagai agenda penting.

“Dan juga sekalian tanyakeun kamana wae (tanyain ke mana aja) Sekda gitu,” ujar Erwan di hadapan anggota dewan.

“Selama saya paripurna mewakili Pak Gubernur belum pernah saudara Sekda hadir dan sekarang pun di kantor nggak pernah ada, coba tanyakan yang terhormat anggota DPRD, terima kasih,” imbuhnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Herman Suryatman menyampaikan permohonan maaf. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam beberapa agenda disebabkan oleh tugas resmi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya  Desak Usut Mafia Pembiayaan Kredit Perumahan, Arya Mandalika Demo Sendirian di Bank BTN Karawang

“Saya mohon maaf jika ada agenda yang tidak sempat saya hadiri. Saat itu saya sedang menjalankan tugas yang diberikan langsung oleh Pak Gubernur,” ujar Herman.

Apa Respons Gubernur Dedi Mulyadi? Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sendiri belum secara eksplisit menanggapi konflik internal ini, namun ia beberapa kali menyatakan pujiannya terhadap kinerja Sekda.

“Dia cerdas, eksekutor ulung,” ujar Dedi Mulyadi dalam satu kesempatan, yang seolah menjadi pembelaan terhadap Sekda Herman Suryatman.

Pernyataan itu sempat menimbulkan spekulasi bahwa Gubernur lebih berpihak kepada Sekda dibandingkan dengan Wakil Gubernur dalam dinamika pemerintahan saat ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan