Sabtu, Juni 27, 2026
spot_img

Pengamat Apresiasi Langkah DLHK, Dorong Sanksi PT. Pindo Deli 4 Jika Terbukti Melanggar

KARAWANG – Berbeda halnya dengan pernyataan Ketua Laskar Merah Putih Markas Daerah Jawa Barat (LMP Mada Jabar), H. Awandi Siroj Suwandi, yang mengkritik kinerja pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang dalam persoalan dugaan pencemaran sungai oleh limbah industri, dukungan terhadap DLHK Karawang justru disampaikan Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan Publik, Asep Agustian SH. MH.

Menyikapi persoalan dugaan pencemaran sungai di Desa Kutanegara Kecamatan Ciampel oleh limbah PT. Pindo Delin4, Askun (sapaan akrab Asep Agustian) justru menilai DLHK Karawang telah bekerja Gercep (Gerak Cepat).

Dengan diambilnya sampel air untuk dilakukan uji lab, Askun menilai jika langkah DLHK Karawang tersebut sebagai bukti keseriusan Pemkab Karawang di dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup yang sering tercemar oleh limbah industri.

Berita Lainnya  'Masyarakat Karawang Anti LGBT' akan Gelar Aksi Massa, KNPI Angkat Bicara

“Saya apresiasi langkah DLHK dalam menyikapi temuan ini. Artinya, Pemda Karawang memang serius terhadap persoalan-persoalan lingkungan hidup,” tutur Askun, Jumat (27/3/2026).

Namun demikian, Askun menambahkan jika sanksi tegas harus diberikan kepada PT. Pindo Deli 4, apabila nanti hasil uji lab menunjukan limbah cair yang dibuang ke sungai terbukti di atas baku mutu air.

“Undang-undang lingkungan hidup harus ditegakkan. Terlebih, PT. Pindo Deli memang sering kali bermasalah, baik dalam persoalan membuang limbahnya ke sungai maupun persoalan lain seperti kebocoran gas klorin seperti yang terjadi di tahun 2024,” tandasnya.

Berita Lainnya  LBH Arya Mandalika : Bupati Karawang Tak Perlu Klarifikasi Soal Map di Rumah Eks Kepala BGN
Satgas Citarum Harum Sektor 10 saat mengambil sampel air di aliran sungai di Desa Kutanegara yang diduga tercemar limbah PT. Pindo Deli 4.

Sebelumnya diberitakan, Ketua LMP Mada Jabar, H. Awandi Siroj Suwandi mengancam akan menggeruduk kantor DLHK Karawang, apabila melakukan kompromi atau ‘main mata’ atas persoalan dugaan pembuangan limbah PT. Pindo Deli 4 ke aliran sungai di Desa Kutanegara.

Bahkan Awandi Siroj meminta Kepala DLHK Karawang, Asep Suryana mundur dari jabatannya, apabila tidak sanggup menangani persoalan ini.

Kepala DLHK Karawang, Asep Suryana mengonfirmasi bahwa tim teknis dari Bidang Tata Lingkungan telah turun ke lapangan, atas temuan dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai ini.

Berita Lainnya  Puncak Kemarau, BPBD Purwakarta Ingatkan Dampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih

“Sudah diambil sampel oleh tim dari Bidang Tata Lingkungan kemarin. Saat ini, sampel tersebut sedang dalam proses uji laboratorium untuk mengetahui kandungan zat di dalamnya,” kata Asep Suryana saat dihubungi wartawan.

Setelah hasil laboratorium keluar, pihak DLHK bersama Komandan Sektor 10 Citarum Harum akan mengambil langkah tegas sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dari Dedi Mulyadi hingga Prabowo, Semua Orang Marah pada Kekejaman Taufik Hidayat

BANDUNG - Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan tersangka Taufik Hidayat (30), terhadap kekasihnya YTR di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat masih menjadi perbincangan...

Taufik Hidayat Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

BANDUNG - Suasana di salah satu ruangan di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, begitu riuh pada Jumat (26/6/2026). Sebab, di lokasi digelar konferensi pers...

Soal Duit Rp20 Juta ke Ketua BEM FH, Kombes Pol Budi Hermanto : ‘Beneran Polisi atau Orang yang Ngaku Polisi’

JAKARTA - Polda Metro Jaya buka suara mengenai aliran dana yang diterima mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) sebesar Rp 20 juta. Uang itu disebut...

Merasa Difitnah Lecehkan 4 Anggotanya, Kasatpol PP Kota Bekasi Siap Lakukan ‘Sumpah Pocong’

Menderita Penyakit Gula, Kejantanan Tidak Lagi Berfungsi, Tidak Mungkin Lakukan Pelecehan Seksual KOTA BEKASI - Merasa difitnah telah melakukan pelecehan seksual terhadap empat anggotanya yang...

Lagi, Peserta SPPI Kopdes Meninggal Dunia saat Ikuti Latsarmil

TERJADI lagi, satu anggota program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) bagi calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM) dilaporkan meninggal dunia, saat mengikuti latihan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan