Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Om Zein Gadaikan SK Jabatan Bupati ke Bank

Untuk Beli Tanah dan Bangunkan Rumah Siswa Alumni Pendidikan Barak Militer

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengambil langkah tak biasa demi membantu keluarga seorang siswa yang hidup dalam keterbatasan.

Ia menggadaikan Surat Keputusan (SK) jabatannya ke Bank BJB untuk membeli sebidang tanah bagi keluarga siswa tersebut, yang sebelumnya mengikuti pelatihan karakter dan kedisiplinan berbasis militer.

Siswa bernama Jajang (nama samaran) mengikuti pelatihan di Resimen Armed 1 Sthira Yudha. Seusai mengikuti program tersebut, sikap Jajang berubah drastis menjadi lebih positif.

Perubahan ini menarik perhatian Om Zein—sapaan akrab sang bupati—hingga ia memutuskan untuk mengunjungi rumah Jajang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

Kunjungan pada Selasa (20/5/2025) itu membuka mata Om Zein terhadap kondisi keluarga Jajang yang memprihatinkan. Rumah yang nyaris roboh berdiri di atas tanah milik orang lain.

Sang ayah, Bah Mamat, tengah berjuang melawan kanker perut di tengah keterbatasan ekonomi.

Dua hari berselang, Kamis (22/5/2025), Om Zein menepati janjinya. Ia datang kembali dan langsung bernegosiasi dengan pemilik tanah tak jauh dari rumah lama Jajang. Dengan harga Rp100 ribu per meter, ia membeli tanah seluas 50 meter persegi secara tunai.

“Ini uang pribadi Om Zein, hasil menggadaikan SK ke BJB,” kata Om Zein.

Ia meminta agar rumah yang akan dibangun di atas tanah itu berbentuk rumah panggung sederhana namun layak huni.

Tanah tersebut juga akan disertifikatkan atas nama Jajang, sebagai bentuk dukungan agar ia terus menjaga sikap baik dan kedisiplinan yang telah dibangun.

Bantuan ini pun disertai syarat. Tidak berat, tapi sarat makna. Om Zein meminta agar keluarga Bah Mamat menjaga salat, dan khusus untuk Jajang, tidak membawa handphone ke sekolah.

“Kalau masih bawa handphone ke sekolah, bantuannya akan dicabut,” tegas Om Zein.

Langkah Om Zein ini menjadi contoh nyata kepedulian pemimpin terhadap warganya, terutama saat perubahan kecil dari seorang anak mampu menyentuh nurani pejabat setingkat bupati.

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan