Sabtu, September 12, 2026
spot_img

MPLS di Jabar Libatkan TNI-Polri, Sekda : Biasa aja, Gak Ada Dimensi Militeristiknya

BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman memastikan proses masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS untuk sekolah tingkat SMA dan SMK negeri di Jawa Barat akan melibatkan TNI-Polri.

Herman mengatakan pelibatan TNI-Polri tersebut merupakan upaya Pemprov Jawa Barat dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan untuk siswa. Meski melibatkan  TNI-Polri, ia memastikan tidak ada unsur militeristik dalam proses MPLS.

“Biasa aja, enggak ada khusus TNI dilarang. Kan kolaborasi mah bagus, gotong royong bagus, enggak ada dimensi militeristik, nggak ada,” kata Herman kepada Tempo di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Ahad, 13 Juli 2025.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipul Hayat melarang sekolah melibatkan unsur dari luar termasuk TNI-Polri dalam proses MPLS yang mulai digelar pada Senin, 14 Juli 2025.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Herman memastikan proses MPLS tetap mengacu pada tema yang diusung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni MPLS Ramah.

Menurut dia, upaya pelibatan TNI-Polri merupakan ikhtiar Pemprov Jawa Barat  dalam merealisasikan MPLS yang ramah. “Ya ramah kan tema besarnya, pasti ramah, ramah banget bahkan, gak usah khawatir,” ucapnya.

Menurut dia, ada sekitar 500 sekolah tingkat SMA dan SMK negeri di Jawa Barat yang akan menjalani proses MPLS dengan pelibatan petugas TNI-Polri.

Nantinya, lanjut dia, petugas dari TNI-Polri akan datang ke sekolah memberikan pengarahan juga materi seputar kedisiplinan, baris berbaris, gotong royong, dan yang lainnya.

“Kegiatan tetap di sekolah, TNI-Polri yang bertugas di teritorial pada datang ke sekolah, menyapa anak-anak memberikan motivasi, memimpin apel belajar baris berbaris kan bagus,” kata dia.

Berita Lainnya  Paradoks Penghargaan Bupati di Tengah Lambannya Realisasi Kebijakan 'Modul Ajar Karawang'

Herman mengatakan Pemprov Jawa Barat memiliki misi besar mewujudkan Jawa Barat istimewa. Ia menjelaskan untuk akan sekolah tingkat SMA dan SMK terutama yang berada di bawah wewenang Provinsi Jawa Barat, harus memiliki kualifikasi cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar) dan singer (kreatif).

“MPLS ini kan magic moment, MPLS ini adalah momentum bagaimana anak mengenal lingkungannya , mengenal guru, temannya, termasuk mengenal dirinya. Karena itu kami berikhtiar agar mereka di lima hari ini punya motovasi, inspirasi, kedisiplinan, kepemimpinan, punya tekad yang kuat, punya niat yang mantap bahwa dia harus menjadi pemimpin,” katanya.

Berita Lainnya  Bupati Karawang Bagikan Modul Pembelajaran Gratis, Ringankan Beban Orang Tua Siswa

Pelibatan tentara dan polisi dalam program orientasi murid baru di SMA Jawa Barat mendapat kritik dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru. Mereka menilai pelibatan TNI-Polri tak sesuai dengan momentum.

Menurut Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, pada prinsipnya momentum MPLS adalah memperkenalkan lingkungan, ekosistem, hingga pelbagai kegiatan sekolah kepada murid-muridtahun ajaran baru.

“Momentumnya MPLS adalah bagaimana murid memperoleh informasi yang memadai terkait aturan akademik dan aturan lain di sekolah, bukan soal memperoleh motivasi atau inspirasi dari personel TNI-Polri,” kata Satriwan saat dihubungi, Sabtu, 12 Juli 2025.

Sumber : Tempo

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

IWOI Karawang Gelar Doa Bersama dan Renungan untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

KARAWANG - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang, Jawa Barat, menggelar doa bersama dan renungan untuk keselamatan 5...

Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah ‘Mensrea’

KARAWANG - Tim Penasihat Hukum tersangka VY, mantan Direktur Utama PT BAS, mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri Karawang yang kembali menetapkan dua tersangka baru dalam...

Kejagung Pamerkan Tumpukan Duit Rp 1 Triliun Lebih Korupsi Pemanfaatan Kawasan Hutan Lampung

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memamerkan tumpukan uang senilai lebih dari Rp 1 triliun dan USD 166 ribu yang disita dari hasil dugaan korupsi...

Kejari Karawang Kembali Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Penyaluran KPR

KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang kembali menetapkan dua tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank...

Jelang Kontra Persija, Polda Jabar Imbau Seluruh Pendukung Persib Tak Datang ke Jakarta

BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat mengimbau seluruh pendukung Persib Bandung untuk tidak datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dalam laga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan