Kamis, Juli 9, 2026
spot_img

Miliaran Bantuan Digelontorkan Kemenkes ke RSUD Jatisari, Pengamat Ingatkan Jangan Sampai Ada Penyimpangan

KARAWANG – Guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan, RSUD Jatisari Kabupaten Karawang – Jawa Barat mendapat kucuran bantuan anggaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Miliaran anggaran ini akan diperuntukan bagi :

1. Proyek pembangunan gedung UTD sebesar Rp 3 miliar.

2. Belanja modal alat kedokteran jantung-alat kesehatan umum senilai Rp 2 miliar.

3. Belanja modal alat kedokteran radiodiagnostic senilai Rp 1,6 miliar.

4. Belanja modal alat kedokteran transfusi darah senilai Rp 4 miliar.

Berita Lainnya  Kutu Beras Masuk Pemukiman Warga, Bulog Karawang Minta Maaf

5. Belanja modal alat kesehatan senilai Rp Rp 5 miliar.

6. Belanja modal alat kesehatan umum lainnya senilai Rp 5 miliar.

Mengetahui kabar ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan Publik, Asep Agustian SH. MH mengingatkan, agar jangan sampai terjadi penyimpangan dalam bantuan anggaran dari Kemenkes ini.

Sebaliknya, RSUD Jatisari harus mampu meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan melalui bantuan anggaran miliaran ini.

Mengingat RSUD Jatisari merupakan salah satu rumah sakit yang diandalkan Pemkab Karawang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, selain RSUD Karawang dan RSUD Rengasdengklok.

Berita Lainnya  Raker VII NHRI, Arif Dianto Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum

“Satu sisi ini kabar baik untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUD Jatisari. Tapi sisi lain kita juga harus terus memantau realisasi anggaran bantuannya. Jangan sampai ada penyimpangan yang berekses kepada manfaat bantuannya,” tuturnya, Senin (25/8/2025).

Oleh karenanya, Asep Agustian juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APK) untuk mengawasi realisasi anggaran bantuan Kemenkes untuk RSUD Jatisari ini.

“Ya, seharusnya tanpa diminta pun itu sudah jadi tugas APH untuk mengawasi. Kita pelototin sama-sama, supaya gak terjadi penyimpangan,” tandasnya.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan