Senin, Juni 1, 2026
spot_img

Mahfud MD Tuding Proyek Kereta Cepat di-Mark Up

JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menuding adanya dugaan mark up atau penggelembungan harga dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Mahfud menyebut, biaya pembangunan proyek tersebut jauh lebih mahal dibandingkan dengan standar biaya serupa di China.

Dalam paparan yang disampaikan melalui kanal YouTube resminya, Mahfud mengungkap bahwa berdasarkan perhitungan pihak Indonesia, biaya pembangunan per kilometer proyek Whoosh mencapai US$52 juta, sementara di China hanya sekitar US$17-US$18 juta per kilometer.

“Naik tiga kali lipat kan? Ini yang naik siapa, uangnya ke mana? Itu harus diteliti karena ada dugaan mark up,” ujar Mahfud dikutip Jumat (17/10/2025).

Berita Lainnya  Ada Oknum Jual Nama KDM, Abang Ijo : "Bang Jo Khodam-nya Dedi Mulyadi"

Mahfud menyebut, proyek kereta cepat awalnya dirancang sebagai kerja sama government to government (G to G) antara Indonesia dan Jepang, dengan bunga pinjaman sebesar 0,1%.

Namun, setelah pemerintah berpindah ke kerja sama dengan China, bunga yang ditetapkan menjadi 2%, dan kemudian meningkat hingga 3,4% karena adanya pembengkakan biaya atau cost overrun.

Dulu, kata Pak Jonan (Ignasius Jonan, eks Menteri Perhubungan), proyek ini tidak feasible, tapi dia diganti. Lalu proyek jalan terus,” tutur Mahfud.

Dia menilai keputusan memindahkan kerja sama ke China menyebabkan beban utang makin besar dan berpotensi mengorbankan anggaran pembangunan sektor lain.

Mahfud juga mengingatkan potensi risiko geopolitik jika Indonesia gagal membayar kewajiban proyek tersebut. Misalkan, dia mencontohkan, kasus di Sri Lanka, yang pelabuhannya diambil alih China karena gagal membayar utang pembangunan.

Berita Lainnya  GRIB Jaya Dukung Kejari Karawang Bongkar Korupsi, dari Mulai Pokir Dewan hingga Jual Beli Proyek Dinas

“Kalau gagal bayar, bisa saja mereka (China) minta kompensasi di tempat lain, misalnya di Natuna Utara. Ini berbahaya,” ujar Mahfud.

Sebelumnya, Ketua Dewan Energi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kritikan Mahfud MD terkait dengan pembiayaan proyek Whoosh.

Luhut menegaskan, persoalan proyek tersebut bukan soal beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan hanya urusan restrukturisasi bisnis antar-BUMN.

“Masalahnya apa sih? Siapa yang minta APBN? Nggak ada. Ini cuma restrukturisasi saja,” kata Luhut kepada awak media di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Berita Lainnya  KDM Pimpin Pembongkaran Kios di Cicadas, Janji Berikan Pekerjaan Baru bagi PKL

Luhut menuturkan pemerintah telah melakukan audit melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan kini tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk tim restrukturisasi baru.

“Saya sudah bicara dengan China, karena saya yang dari awal mengerjakan itu. Kami sudah audit, sudah berunding, dan China mau melakukan restrukturisasi. Hanya tinggal menunggu Keppres,” kata Luhut.

Sikap Luhut itu sekaligus menampik pandangan Mahfud MD yang menilai proyek Whoosh sarat utang dan berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia.***

Sumber : BloombergTechnoz.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tokoh Muda Golkar Dorong ‘Mas Bahlil Ganteng’ Nyapres 2029

KARAWANG - Fenomena lagu viral MBG = Mas Bahlil Ganteng bertajuk 'My Little Bolu Ketan' masih menjadi tranding penggunaan backsoun di media sosial. Tokoh Muda...

Mantan Caleg di Cirebon Paksa Seorang Kakek Berhubungan Sesama Jenis, Pelaku Rekam Adegan untuk Konten Asusila

CIREBON - Dua kali gagal menjadi wakil rakyat, H (43) seorang mantan calon legislatif (caleg) yang berdomisili di Kecamatan Kejaksan - Kota Cirebon, terpaksa...

KPK Bongkar ‘Politik Outsourching’ Bupati Pekalongan

JAKARTA - Modus 'politik outsourcing' Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq diungkap KPK. Fadia disebut memanfaatkan ketergantungan pekerjaan dari pegawai outsourcing untuk kepentingan politiknya. "Dari penyidikan...

Seorang Ibu Ketahuan Selundupkan Sabu ke dalam Lapas Karawang, ‘Barang Haram’ Dikemas Kondom dan Dimasukan ke Kemaluan

KARAWANG - Petugas Lapas Karawang kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu yang dibawa oleh keluarga warga binaan, Sabtu (30/5/2026). Ironisnya, hal tersebut dilakukan oleh...

Kasusnya Asli Ditangani Polisi, Tapi Video Viral Klarifikasi Ibu Santriwati Ternyata Hanya Konten

KARAWANG - Terkait video viral klarifikasi seorang ibu dari santriwati yang menjelaskan anaknya hamil karena mimpi dan karunia Allah, ternyata video viral tersebut hanya...

Hukum

KPK Bongkar ‘Politik Outsourching’ Bupati Pekalongan

JAKARTA - Modus 'politik outsourcing' Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq diungkap KPK. Fadia disebut memanfaatkan ketergantungan pekerjaan dari pegawai outsourcing untuk kepentingan politiknya. "Dari penyidikan...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan