Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Mahfud MD Tuding Proyek Kereta Cepat di-Mark Up

JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menuding adanya dugaan mark up atau penggelembungan harga dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Mahfud menyebut, biaya pembangunan proyek tersebut jauh lebih mahal dibandingkan dengan standar biaya serupa di China.

Dalam paparan yang disampaikan melalui kanal YouTube resminya, Mahfud mengungkap bahwa berdasarkan perhitungan pihak Indonesia, biaya pembangunan per kilometer proyek Whoosh mencapai US$52 juta, sementara di China hanya sekitar US$17-US$18 juta per kilometer.

“Naik tiga kali lipat kan? Ini yang naik siapa, uangnya ke mana? Itu harus diteliti karena ada dugaan mark up,” ujar Mahfud dikutip Jumat (17/10/2025).

Berita Lainnya  KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : "Ekspresi Tidak Bisa Berbohong"

Mahfud menyebut, proyek kereta cepat awalnya dirancang sebagai kerja sama government to government (G to G) antara Indonesia dan Jepang, dengan bunga pinjaman sebesar 0,1%.

Namun, setelah pemerintah berpindah ke kerja sama dengan China, bunga yang ditetapkan menjadi 2%, dan kemudian meningkat hingga 3,4% karena adanya pembengkakan biaya atau cost overrun.

Dulu, kata Pak Jonan (Ignasius Jonan, eks Menteri Perhubungan), proyek ini tidak feasible, tapi dia diganti. Lalu proyek jalan terus,” tutur Mahfud.

Dia menilai keputusan memindahkan kerja sama ke China menyebabkan beban utang makin besar dan berpotensi mengorbankan anggaran pembangunan sektor lain.

Mahfud juga mengingatkan potensi risiko geopolitik jika Indonesia gagal membayar kewajiban proyek tersebut. Misalkan, dia mencontohkan, kasus di Sri Lanka, yang pelabuhannya diambil alih China karena gagal membayar utang pembangunan.

Berita Lainnya  Sudah 10 Hari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

“Kalau gagal bayar, bisa saja mereka (China) minta kompensasi di tempat lain, misalnya di Natuna Utara. Ini berbahaya,” ujar Mahfud.

Sebelumnya, Ketua Dewan Energi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kritikan Mahfud MD terkait dengan pembiayaan proyek Whoosh.

Luhut menegaskan, persoalan proyek tersebut bukan soal beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan hanya urusan restrukturisasi bisnis antar-BUMN.

“Masalahnya apa sih? Siapa yang minta APBN? Nggak ada. Ini cuma restrukturisasi saja,” kata Luhut kepada awak media di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Berita Lainnya  Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

Luhut menuturkan pemerintah telah melakukan audit melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan kini tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk tim restrukturisasi baru.

“Saya sudah bicara dengan China, karena saya yang dari awal mengerjakan itu. Kami sudah audit, sudah berunding, dan China mau melakukan restrukturisasi. Hanya tinggal menunggu Keppres,” kata Luhut.

Sikap Luhut itu sekaligus menampik pandangan Mahfud MD yang menilai proyek Whoosh sarat utang dan berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia.***

Sumber : BloombergTechnoz.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan