Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Eko Patrio Ngontrak di Pinggiran Jakarta Setelah Rumahnya Habis Dijarah Massa

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN sekaligus anggota DPR nonaktif, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio mengaku saat ini masih mengontrak usai rumah dijarah saat gelombang demo 25-31 Agustus lalu.

Hal itu disampaikan Eko saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (12/9). Kedatangan Eko ke Polda Metro Jaya merupakan aktivitas publik pertama sejak rumahnya dijarah massa tak dikenal.

Eko mengaku sementara masih tinggal di tempat lain di pinggiran Jakarta dan belum berpikir tinggal di rumahnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dia berharap bisa segera mendapatkan rezeki untuk merenovasi rumahnya usai dijarah.

“Ya, sementara saya masih ngontrak sekarang di satu tempat di pinggiran kota Jakarta gitu, ya. Untuk rumah, saya belum kepikiran, mudah-mudahan entar ada rezeki saya mau benerin rumah saya,” kata dia seperti dikutip dari detikcom.

Eks komedian itu berkata, rumahnya yang dijarah dibangun dari hasil jerih payahnya selama puluhan tahun. Kini. kata Eko, semua hasil jerih payah itu lenyap dalam semalam.

Berita Lainnya  Hendak Transaksi Senpi, TNI Ringkus Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo

Eko mengaku sedih namun dia akan mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

“Karier yang saya capai selama ini hilang seketika pada malam itu. Ya, sedih, sih, sedih gitu ya, tapi ya saya ambil hikmahnya saja,” kata dia.

Eko mengaku belum menghitung nilai kerugian dalam peristiwa penjarahan itu. Namun, dia menyebut semua barang di rumah itu telah ludes tanpa sisa.

“Belum saya hitung berapa kerugiannya tetapi semuanya habis, ludes, ya, tidak tersisa baik masalah dari baju, celana, semua punya anak dan sebagainya, tidak ada yang tertinggal, semuanya habis. Habis dan luluh lantak, gak ada,” kata Eko.

“Ya, kalau ditanya orang rumah yang dibangun sudah kumpulin uang seperak, dua perak, tiga perak, terusnya tiba-tiba hilang seketika ya pasti ada rasa kecewa dan ya sudah, lah,” kata imbuhnya.

Berita Lainnya  KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Eko menambahkan, dirinya sempat kecewa atas insiden tersebut. Namun, dia telah mengikhlaskan semuanya.

“Kalau bicara ikhlas, tentunya awal-awal tentunya ada rasa kecewa, tetapi sekarang saya ikhlaskan semuanya. Saya ingin, ya, merefleksikan diri saya untuk lebih baik lagi. Mungkin ada yang kecewa dan sebagainya, ya enggak apa-apa,” kata dia.

Eko menjadi satu dari empat anggota DPR yang kediamannya menjadi sasaran penjarahan dalam gelombang demo pada 30 Agustus lalu. Di media sosial, kekesalan massa dipicu karena respons parodi Eko atas isu tunjangan DPR.

Kala itu, dia merupakan anggota DPR sekaligus Sekjen DPP PAN. Belakangan PAN menonaktifkannya sebagai anggota DPR usai gelombang demo tersebut. Meski begitu, Eko masih tercatat sebagai Sekjen di partai tersebut.

Berita Lainnya  Askun : "BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara"

Eko menjadi anggota DPR pertama sejak periode 2009-2014. Dia kembali terpilih periode kedua 2024-2029. Sebelumnya, dia berlatarbelakang sebagai selebritas dan komedian.

Sebagai pejabat negara, laporan harta kekayaan Eko pada September 2024 mencapai Rp131,25 miliar. Sebagian besar hartanya berupa tanah dan bangunan senilai Rp166 miliar, yang berada di Jakarta Selatan.

Eko juga memiliki empat bidang tanah dan bangunan lain di Jakarta Timur dengan total nilai keseluruhan mencapai Rp52 miliar. Lalu ada pula tanah dan properti di Bogor hingga Nganjuk.

Eko memiliki enam mobil dengan nilai nyaris mencapai Rp6 miliar; tercatat memiliki kas dan setara kas Rp8,44 miliar; harta bergerak lainnya sebesar Rp 1,21 miliar.

Poster edit Redaksi Opiniplus.com

Artikel ini telah terbit di Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Hukum

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan