Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Bupati Purwakarta Non-aktifkan Dedi Mulyadi, Gegara Haruskan Pelajar Pakai Baju Lebaran

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein meminta pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta menonaktifkan Dedi Mulyadi sebagai Kepala SDN Sawahkulon.

Hal tersebut pasca viralnya pengumuman yang mengharuskan pelajar SDN Sawahkulon memakai baju lebaran pada hari pertama masuk sekolah usai libur lebaran Idul Fitri.

“Saya minta pihak Disdik Purwakarta hari ini juga menonaktifkan Kepala SDN Sawahkulon. Pengumuman yang dibuat pihak sekolah itu jelas bikin gaduh, dan tidak memikirkan kondisi para orang tua pelajar,” ucap Om Zein kepada Sinarjabar.com pada Selasa 8 April 2025.

Om Zein menjelaskan, seharusnya dalam mengeluarkan kebijakan pihak sekolah sudah mempertimbangkan banyak hal.

Kewajiban untuk para pelajar memakai baju lebaran di hari pertama masuk sekolah itu jelas tidak memiliki dasar dan membebani para orang tua.

Berita Lainnya  Pesan Hardiknas, DPRD Karawang Minta Sekolah Jangan Abaikan Pendidikan Karakter dan Moral

“Coba bayangin kalau ada pelajar yang tahun ini tidak memiliki baju lebaran, sudah pasti pelajar itu tidak akan masuk sekolah di hari pertama, dan jelas ini sekolah yang salah,” tegas Om Zein.

Sebagai penutup, Om Zein menambahkan, dirinya meminta pihak Disdik Purwakarta untuk segera menonaktifkan Kepala SDN Sawahkulon per hari ini.

Langkah tegas ini diambil Om Zein sebagai pelajaran dan efek jera bagi kepala sekolah lainnya di Kabupaten Purwakarta untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang membebani pelajar dan orang tua.

Berita Lainnya  Aksi Memukau Abimanyu, Dalang Cilik Asal Purwakarta

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang tua pelajar SDN Sawahkulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengeluhkan pengumuman tentang pakaian yang harus dipakai pada hari pertama masuk sekolah pasca liburan lebaran pada Rabu 9 April 2025.

Dalam pengumuman tersebut, pihak sekolah meminta para pelajar SDN Sawahkulon untuk memakai baju lebaran atau baju terbaru di hari pertama masuk sekolah.

Adanya pengumuman tersebut dibenarkan oleh Kepala SDN Sawahkulon, Dedi Mulyadi saat dihubungi Sinarjabar.com pada Selasa pagi, 8 April 2025.

“Iya benar, tapi pengumuman untuk memakai baju lebaran itu sudah kita ralat,” kata Dedi, Selasa 8 April 2025.

Berita Lainnya  Meski Viral di Medsos Diolok-olok Siswanya, Bu Syamsiah Tetap Memaafkan

Dedi menjelaskan, memakai baju lebaran di hari pertama masuk sekolah usai libur Idul Fitri awalnya merupakan usulan dari sejumlah orang tua dan para guru.

Namun setelah usulan itu diumumkan mendapat respons beragam dari para orang tua pelajar, hingga akhirnya pengumuman diralat.

“Sudah kita ralat. Jadi di hari pertama masuk sekolah besok, para pelajar tetap memakai pakain sekolah seperti biasa, yakni di hari Rabu memakai pakaian khas sunda, begitu pun untuk para guru,” jelas Dedi.***

Sumber : Sinarjabar

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan