Sabtu, Mei 9, 2026
spot_img

Bupati Aep Sempat Ingin Bangun Tugu Harimau Putih di Lokasi The Window

Berdasarkan catatan Redaksi Opiniplus.com, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh sebenarnya ingin membangun tugu Harimau Putih di Jalan Interchange Karawang Barat, di titik lokasi yang sekarang dibangun tugu The Window.

Alasan kenapa harus simbol harimau putih, karena Karawang dinilai erat kaitannya dengan sejarah Jawa Barat yang tidak bisa lepas dari sejarah Prabu Siliwangi yang sering disimbolkan harimau putih sebagai lambang kekuatan, keberanian dan kebijaksanaan.

Terlebih Karawang merupakan kabupaten penghubung antara Jakarta dengan Bandung, serta daerah lain yang ada di Jawa Barat.

Bahkan saat Kepala DLHK Karawang masih dijabat Wawan Setiawan yang sekarang menjadi Kepala DPMPTSP Karawang, saat itu Bupati Aep menginginkan tugu ikon Karawang yang akan dibangun di Interchange Karawang Barat tidak menggunakan APBD. Melainkan menggunakan dana patungan CSR perusahaan.

Bahkan saat itu ada alternatif lain selain dari tugu harimau putih, yaitu dimana pilihan keduanya adalah dibangun tugu Bedog Lubuk yang memiliki arti semangat pantang menyerah di dalam membela tanah air dan bangsa.

Namun sayangnya, saat itu H. Aep Syaepuloh belum memiliki kebijakan penuh karena jabatannya masih sebagai Wakil Bupati yang mendampingi Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana.

Singkat cerita, tiba-tiba dibangun tugu The Window yang menghabiskan anggaran Rp 7,8 miliar. Sebuah tugu kontroversi yang sampai hari ini masyarakat mempertanyakan apa kaitannya dengan simbol sejarah Karawang sebagai Kota Pangkal Perjuangan ataupun Kota Lumbung Padi.

Sebelumnya diberitakan, DLHK Karawang mengklaim tugu The Window akan menjadi kebanggaan masyarakat Karawang, dengan alasan tugu ikon ini hanya ada 3 di dunia, yaitu di Paris, Dubai Frame dan terakhir di Karawang.

Tetapi pada kenyataanya justru banyak pemerhati pemerintahan Karawang mempertanyakan arti dan manfaat dari tugu The Window yang sama sekali tidak mensimboliskan arti ke-Karawang-an.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Penadah HP Curian di Bekasi Pakai Aluminum Foil buat Tangkal Sinyal

JAKARTA - Polisi menangkap tiga orang penadah handphone curian di Bekasi Timur. Para tersangka menggunakan aluminum foil untuk mengacak sinyal pendeteksi handphone. Kanit Reskrim Polsek...

252 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

KARAWANG - Diduga mengalami kematian tak wajar, pihak kepolisian akhirnya melakukan ekshumasi atau proses pembongkaran makam seorang bayi laki-laki berinisial TP (1,5), asal Desa...

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI - Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan