Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

Ada Ribuan Pabrik, Tapi yang Salurkan CSR Hewan Kurban Hanya 37 Perusahaan, Bupati Aep Kecewa

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh terlihat kecewa, saat mengetahui data perusahaan yang menyalurkan CSR hewan kurban melalui Pemkab Karawang di kesempatan perayaan Hari Idul Adha tahun ini.

Bagaimana tidak kecewa, dari ribuan pabrik/industri yang ada di Karawang – Jawa Barat, ternyata hanya 37 perusahaan yang menyalurkan CSR hewan kurban.

Dijuluki sebagai Kota Industri, tetapi mayoritas perusahaan minim kontribusi di perayaan hari idul adha kali ini.

“Iya sebenarnya banyak perusahaan, lebih dari 1.000 pabrik di Karawang, dicap sebagai kota industri, tapi tahu sendiri sekarang, yang menyumbangkan sapi saja hanya beberapa perusahaan, padahal itu dana CSR dan akan disalurkan langsung kepada masyarakat,” tutur Bupati Aep, Kamis (5/6/2025).

Berita Lainnya  Lagi, Peserta SPPI Kopdes Meninggal Dunia saat Ikuti Latsarmil

Dari ribuan perusahaan di Karawang, 37 perusahaan yang menyalurkan CSR hewan kurban adalah perusahaan yang sama atau perusahaan itu-itu saja.

“Kita dapat 43 ekor sapi kurban, yang satu ekor paling besar milik Presiden, 5 ekor dari dinas-dinas, dan 37 lainnya dari perusahaan, itu pun kecil dan kurus-kurus, padahal ada lebih 1.000 pabrik,” sentil Bupati Aep.

Disampaikan Bupati Aep, momen sosial ini hanya setahun sekali. Tetapi untuk menunjukkan kepedulian terhadap momen spesial ini pun, perusahaan masih sulit berkontribusi.

Berita Lainnya  Viral Video Anggota TNI Diduga Intimidasi Petani di Tasikmalaya

“Iya cuma setahun sekali kan, nyari duit di Karawang tapi cuma momen setahun sekali saja sulit berbagi, perusahaan ini justru kaya nggak peduli kepada masyarakat Karawang,” ucap Aep.

Aep berharap, masyarakat juga dapat memaklumi kondisi yang terjadi. Sebab pemerintah daerah sebenarnya juga telah berupaya untuk memaksimalkan kesejahteraan masyarakat dari CSR ini.

“Iya harap dimaklum, kondisi nya seperti ini, padahal semua perusahaan kita fasilitasi dengan baik, komunikasi lancar. Tapi harap dipahami kondisinya begini memang,” pungkasnya.***

Berita Lainnya  Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

Sumber : Detik

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan