Minggu, Agustus 30, 2026
spot_img

Nama Dedi Mulyadi Diduga Dicatut dalam Pengkondisian Tender PJU

KOTA BANDUNG – Dugaan pencatutan nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pengondisian tender penerangan jalan umum (PJU) mendorong Asosiasi Pemuda Anti Korupsi (APAK) Jabar melayangkan laporan resmi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Ketua DPP APAK Jabar, Yadi Suryadi, menjelaskan, temuan mereka mengarah pada praktik penjualan nama gubernur untuk memuluskan proyek PJU di sejumlah wilayah.

“Ada indikasi bahwa ada pihak yang menjual nama gubernur dalam proyek PJU di Jawa Barat,” ujar Yadi di sebuah tempat makan di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Selasa, 18 November 2025.

APAK menelusuri dugaan tersebut dalam pengadaan PJU tahun anggaran berjalan, khususnya di UPTD 3 Cirebon dan UPTD 4 Garut. Setelah meminta penjelasan dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, data yang diterima justru memperkuat temuan mereka.

Berita Lainnya  65 Orang Diamankan Polisi Jelang Aksi di Gedung DPR/MPR RI, Barbuk Berbahaya Ikut Disita

Yadi menyebut keterlibatan beberapa pihak dari unsur ASN berinisial TG dan DN, seorang anggota tim teknis inisial AG, serta US dan AFR dari asosiasi pengusaha. Semua pihak diduga terlibat dalam skema pengondisian tender dengan mencatut nama gubernur sebagai legitimasi.

Adapun perusahaan pemenang tender untuk proyek tersebut, kata Yadi, adalah PT IDF. Transaksi gratifikasi disebut terjadi pada Agustus 2025 di sebuah tempat makan di kawasan Setiabudi, Kota Bandung, dengan nilai mencapai Rp100 miliar.

Berita Lainnya  Polda Metro Jaya Amankan 322 Orang Terkait Kerusuhan Pascademo di DPR/MPR RI

“Yang menjual nama itu dari pihak asosiasi pengusaha, bukan ASN. Informan kami menyebut transaksi sekitar Rp7 miliar (untuk fee UPTD) dari utusan YL, manajer IDF dalam pecahan 100 dolar AS kepada oknum ASN,” bebernya.

Laporan yang diserahkan APAK ke Kejati Jabar turut dilengkapi berbagai bukti, berupa foto, tangkapan layar percakapan WhatsApp, serta lima orang yang siap memberikan kesaksian terkait dugaan praktik tersebut.

Yadi menilai persoalan inti bukan hanya soal aliran uang, melainkan penyalahgunaan nama gubernur dalam proses pemenangan tender. Ia menyebut praktik tersebut mencoreng kredibilitas pemimpin daerah.

“Padahal Gubernur sedang gencar melakukan program antikorupsi, tetapi di bawah justru ada oknum struktural yang melakukan hal yang bertentangan,” pungkas Yadi.

Berita Lainnya  Peningkatan Jalan Interchange Karawang Timur Ditarget Rampung Akhir Tahun

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, mengaku belum mengetahui adanya laporan yang dimaksud. Ia mengatakan akan segera mencari informasi terkait.

“Saya baru dengar om, kebetulan tadi padat kegiatan di luar, jadi belum tahu laporan yang masuk. Besok saya konfirmasi ya,” kata Nur melalui sambungan telepon.***

Sumber : RMOL.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jawa Barat Target 2029 Tidak Ada Lagi Anak Muda Menganggur

BANDUNG - Jawa Barat memasang target besar di bidang ketenagakerjaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin memastikan semakin banyak anak muda memiliki akses terhadap pelatihan,...

Mobil Anggota DPRD Karawang Dirampas Debt Collector, Kok Bisa?

KARAWANG - Aksi penarikan paksa kendaraan di jalan raya kembali terjadi. Kali ini, mobil dinas milik Anggota DPRD Kabupaten Karawang sekaligus Ketua DPD PAN...

Polda Metro Jaya Pastikan Penangkapan Prajurit TNI Saat Demo Akibat Kesalahpahaman

JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan penangkapan seorang pria yang diduga prajurit TNI oleh anggota kepolisian saat pengamanan aksi demonstrasi 27 Agustus di depan...

GRIB Jaya Akui Hercules Ada di Lokasi, Tapi Bantah Terlibat Kerusuhan

JAKARTA - DPP GRIB Jaya membantah Ketua Umumnya, Hercules Rosario Marshal, terlibat dalam kerusuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus...

Habib Bahar bin Smith Tantang Ormas yang Tewaskan Bambang Setiawan dan Lukai Faturrohman

JAKARTA - Habib Bahar bin Smith mengunjungi rumah duka Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kedatangan Habib Bahar...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan