Senin, Mei 25, 2026
spot_img

Subang Mulai Dikepung Industri, Lahan di Bekasi-Karawang Masih Diburu

KAWASAN industri dan pergudangan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) masih menjadi barometer utama kesehatan ekonomi Indonesia, terutama di sektor manufaktur dan logistik.

Data terbaru hingga Kuartal III-2025 menunjukkan pasar ini mengalami dinamika yang kompleks, ditandai oleh lonjakan pasokan lahan baru, namun disertai pergeseran sektor permintaan utama yang dipicu oleh faktor geopolitik global.

Director Strategic Consulting Indonesia Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo menuturkan, secara umum, pasar lahan industri di Jabodetabek mencatat peningkatan pasokan signifikan.

“Dorongan terbesar datang dari peluncuran kawasan industri baru di Subang, yang langsung menyuntikkan pasokan seluas 169 hektar dalam inventaris regional,” ujar Arief, dikutip Kompas.com, Selasa (5/11/2025).

Namun, peningkatan ini datang di tengah isu kelangkaan lahan di area primer yang sudah matang.

Kawasan industri ternama di Bekasi dan Karawang terus melakukan ekspansi dan akuisisi lahan tambahan.

Langkah ini mengindikasikan bahwa meskipun ada pasokan di Subang, lahan yang strategis dan sudah terintegrasi di koridor Bekasi-Karawang masih sangat langka dan diburu.

Berita Lainnya  Rebutan Pacar, Pelajar SMP di Bekasi Tewas Ditusuk Usai Saling Tantang di Medsos

Rata-rata harga lahan industri mencapai Rp 2.891.000 per meter persegi pada akhir Kuartal III-2025, mencerminkan kenaikan moderat sebesar 3,5 persen secara tahunan atau year on year.

“Kenaikan harga yang berkelanjutan ini menegaskan tingginya minat jangka panjang terhadap aset-aset industri strategis di koridor Timur Jakarta,” imbuh Arief.

Perang Dagang AS-China dan Kebangkitan Tekstil

Laju permintaan sektor industri baru-baru ini didominasi oleh fenomena pemindahan basis produksi (relokasi) yang dipicu oleh perang tarif antara Amerika Serikat dan China.

Mafhum jika kemudian permintaan lahan industri Indonesia sebagian besar didorong oleh investor asal China.

Indonesia, dengan biaya operasional yang kompetitif dan lokasi yang strategis, dipandang sebagai safe haven (tempat aman) untuk menghindari dampak sanksi tarif global.

Namun demikian, meskipun total transaksi penjualan lahan turun 46,4 persen secara tahunan yang disebabkan oleh lonjakan permintaan dari sektor otomotif untuk kendaraian listrik atau electric vehicle (EV) pada tahun 2024, terjadi pergeseran menarik pada kuartal ini.

Berita Lainnya  Diduga Tertipu WO yang Dikenal di Instagram, Pasangan Pengantin Viral ini Resmi Buat Laporan Polisi

Menurut Arif, industri tekstil menjadi bintang, memimpin dalam permintaan lahan. Hal ini menunjukkan adanya revitalisasi di sektor padat karya ini.

Disusul sektor kosmetik dan barang konsumsi cepat edar atau fast moving consumer goods (FMCG) sebagai kontributor utama kedua.

Logistik Tetap Dominan

Sementara itu, pasar pergudangan sewa menunjukkan tren yang lebih stabil, didorong oleh pertumbuhan ekosistem e-commerce dan logistik pihak ketiga.

Hingga Kuartal III-2025, total inventaris pergudangan di Jabodetabek mencapai sekitar 3,17 juta meter persegi.

Terdapat sedikit peningkatan pasokan sebesar 14.843 meter persegi Net Leasable Area (NLA) di sub-pasar Bekasi, dengan Bogor memberikan kontribusi terbesar yakni 5.579 meter persegi bagi pasokan baru.

Ada pun tingkat hunian rata-rata (okupansi) pergudangan sewa mengalami peningkatan menjadi 83,4 persen atau tumbuh tipis 1,8 persen secara kuartalan.

Ekspansi ini terus dipimpin oleh penyedia logistik pihak ketiga (3PL), dan otomotif yang tetap menjadi kontributor utama, khususnya di sub-pasar Bekasi dan Karawang.

Berita Lainnya  2 Wisatawan Perempuan asal Karawang Tertimbun Longsor di Curug Cileat - Subang

Berbeda dengan harga lahan, rata-rata tarif sewa gudang tetap relatif stabil di angka Rp 79.980/meter persegi per bulan.

Stabilitas harga sewa ini memberikan kepastian bagi perusahaan logistik yang mengelola biaya operasional secara ketat.

Ke depan, prospek pasar akan ditentukan oleh akselerasi relokasi atau seberapa cepat perusahaan China dan global lainnya memutuskan untuk merelokasi atau mendiversifikasi basis produksinya ke Indonesia.

Selain itu, bagaimana kemampuan pasar untuk menyerap pasokan lahan baru (seperti di Subang) tanpa mengganggu harga di sub-pasar prime yang langka (Bekasi-Karawang), juga ikut memengaruhi.

“Permintaan pergudangan akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan sektor logistik dan e-commerce yang menuntut infrastruktur rantai pasok yang efisien dan modern,” tuntas Arief.***

Sumber: https://www.kompas.com/properti/read/2025/11/04/170224921/investor-china-bikin-kawasan-industri-di-subang-meledak?page=all.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Tertipu WO yang Dikenal di Instagram, Pasangan Pengantin Viral ini Resmi Buat Laporan Polisi

JAKARTA - Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) akhirnya resmi mempolisikan wedding organizer (WO) dan katering bernama Marwah Catering Service ke Mapolres Jakarta...

Relokasi Pasar Rengasdengklok Dinilai Gagal, Diduga Ada Pungli Rp 2 Juta kepada Pedagang yang Bertahan di Pasar Lama

KARAWANG - Relokasi pedagang Pasar Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi dinilai gagal. Alih-alih menata kondisi pasar yang semrawut agar terlihat lebih rapih, program relokasi Pasar...

KDM Sebut Persib Klub Profesional Tanpa Campur Tangan Pemerintah, Janji Guyur Bonus Rp 1 Miliar dari Kantong Pribadi

BANDUNG - Sebagai pencetak rekor hattrick juara tiga kali berturut-turut, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebut jika Persib Bandung merupakan klub sepak...

Hoaks Teror Pocong, Polisi Ungkap Hanya Cosplay Pengamen

JAKARTA - Polisi mengungkap sosok menyerupai pocong yang sempat meresahkan warga di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sosok pocong tersebut ternyata seorang pengamen yang...

KPK Pastikan akan Proses Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Ambulans Dinkes Kota Bekasi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti laporan masyarakat, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan mobil ambulans dan mobil jenazah,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan