Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Subang Mulai Dikepung Industri, Lahan di Bekasi-Karawang Masih Diburu

KAWASAN industri dan pergudangan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) masih menjadi barometer utama kesehatan ekonomi Indonesia, terutama di sektor manufaktur dan logistik.

Data terbaru hingga Kuartal III-2025 menunjukkan pasar ini mengalami dinamika yang kompleks, ditandai oleh lonjakan pasokan lahan baru, namun disertai pergeseran sektor permintaan utama yang dipicu oleh faktor geopolitik global.

Director Strategic Consulting Indonesia Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo menuturkan, secara umum, pasar lahan industri di Jabodetabek mencatat peningkatan pasokan signifikan.

“Dorongan terbesar datang dari peluncuran kawasan industri baru di Subang, yang langsung menyuntikkan pasokan seluas 169 hektar dalam inventaris regional,” ujar Arief, dikutip Kompas.com, Selasa (5/11/2025).

Namun, peningkatan ini datang di tengah isu kelangkaan lahan di area primer yang sudah matang.

Kawasan industri ternama di Bekasi dan Karawang terus melakukan ekspansi dan akuisisi lahan tambahan.

Langkah ini mengindikasikan bahwa meskipun ada pasokan di Subang, lahan yang strategis dan sudah terintegrasi di koridor Bekasi-Karawang masih sangat langka dan diburu.

Berita Lainnya  Askun : "BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara"

Rata-rata harga lahan industri mencapai Rp 2.891.000 per meter persegi pada akhir Kuartal III-2025, mencerminkan kenaikan moderat sebesar 3,5 persen secara tahunan atau year on year.

“Kenaikan harga yang berkelanjutan ini menegaskan tingginya minat jangka panjang terhadap aset-aset industri strategis di koridor Timur Jakarta,” imbuh Arief.

Perang Dagang AS-China dan Kebangkitan Tekstil

Laju permintaan sektor industri baru-baru ini didominasi oleh fenomena pemindahan basis produksi (relokasi) yang dipicu oleh perang tarif antara Amerika Serikat dan China.

Mafhum jika kemudian permintaan lahan industri Indonesia sebagian besar didorong oleh investor asal China.

Indonesia, dengan biaya operasional yang kompetitif dan lokasi yang strategis, dipandang sebagai safe haven (tempat aman) untuk menghindari dampak sanksi tarif global.

Namun demikian, meskipun total transaksi penjualan lahan turun 46,4 persen secara tahunan yang disebabkan oleh lonjakan permintaan dari sektor otomotif untuk kendaraian listrik atau electric vehicle (EV) pada tahun 2024, terjadi pergeseran menarik pada kuartal ini.

Berita Lainnya  KDM atau H. Jenal Aripin yang 'Cuci Tangan', Askun : "Kenapa Semua Jadi Merasa Paling Bersih?"

Menurut Arif, industri tekstil menjadi bintang, memimpin dalam permintaan lahan. Hal ini menunjukkan adanya revitalisasi di sektor padat karya ini.

Disusul sektor kosmetik dan barang konsumsi cepat edar atau fast moving consumer goods (FMCG) sebagai kontributor utama kedua.

Logistik Tetap Dominan

Sementara itu, pasar pergudangan sewa menunjukkan tren yang lebih stabil, didorong oleh pertumbuhan ekosistem e-commerce dan logistik pihak ketiga.

Hingga Kuartal III-2025, total inventaris pergudangan di Jabodetabek mencapai sekitar 3,17 juta meter persegi.

Terdapat sedikit peningkatan pasokan sebesar 14.843 meter persegi Net Leasable Area (NLA) di sub-pasar Bekasi, dengan Bogor memberikan kontribusi terbesar yakni 5.579 meter persegi bagi pasokan baru.

Ada pun tingkat hunian rata-rata (okupansi) pergudangan sewa mengalami peningkatan menjadi 83,4 persen atau tumbuh tipis 1,8 persen secara kuartalan.

Ekspansi ini terus dipimpin oleh penyedia logistik pihak ketiga (3PL), dan otomotif yang tetap menjadi kontributor utama, khususnya di sub-pasar Bekasi dan Karawang.

Berita Lainnya  Dugaan Upaya Makar, Ketum Projo Budi Arie Setiadi Dipolisikan

Berbeda dengan harga lahan, rata-rata tarif sewa gudang tetap relatif stabil di angka Rp 79.980/meter persegi per bulan.

Stabilitas harga sewa ini memberikan kepastian bagi perusahaan logistik yang mengelola biaya operasional secara ketat.

Ke depan, prospek pasar akan ditentukan oleh akselerasi relokasi atau seberapa cepat perusahaan China dan global lainnya memutuskan untuk merelokasi atau mendiversifikasi basis produksinya ke Indonesia.

Selain itu, bagaimana kemampuan pasar untuk menyerap pasokan lahan baru (seperti di Subang) tanpa mengganggu harga di sub-pasar prime yang langka (Bekasi-Karawang), juga ikut memengaruhi.

“Permintaan pergudangan akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan sektor logistik dan e-commerce yang menuntut infrastruktur rantai pasok yang efisien dan modern,” tuntas Arief.***

Sumber: https://www.kompas.com/properti/read/2025/11/04/170224921/investor-china-bikin-kawasan-industri-di-subang-meledak?page=all.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Hukum

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan