KARAWANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang memilih bungkam soal kunjungan kerja (kunker) ke Bali yang belakangan menuai sorotan publik. Bahkan saat publik mempertanyakan apa hasil dari Bali, pihak OPD tersebut seolah ogah menjawab. Hingga orang nomor satu di Pemkab Karwang meluncurkan sindiran.
Kunjungan tersebut diketahui menelan biaya sekitar Rp250 juta berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), mencakup tiket pesawat, penginapan, hingga sewa bus.
Ironisnya, perjalanan dinas itu dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang digalakkan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini melalui pesan WhatsApp kepada Humas Disnakertrans Karawang pada Selasa 4 November 202. Tapi tidak mendapat respons. Dinas tersebut seolah menutup rapat informasi soal perjalanan dinas bersama Dewan Pengupahan itu.
“Saya sampaikan ke semuanya, yuk sudah lah. Saya pun sama, tahun 2026 nggak ada tuh perjalanan dinas naik pesawat,” ucap Aep di hadapan para ASN peserta apel.
Ia menegaskan, jika di kemudian hari dirinya melakukan perjalanan dinas menggunakan pesawat, maka biaya tersebut akan ditanggung pribadi, bukan dari uang daerah.
“Kalaupun nanti saya ada perjalanan dinas, pasti saya pakai biaya pribadi. Jadi mulai sekarang mari sama-sama berubah,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti mentalitas sebagian ASN yang masih sibuk dengan kegiatan seremonial tanpa hasil nyata. Ia mengingatkan agar semua pejabat dan pegawai menunjukkan kinerja, bukan sekadar formalitas.
“Jangan hanya seremonial. Kadang ada yang bilang komitmen harus dari pimpinan dulu. Sekarang pimpinan sudah komitmen, bagaimana yang di bawahnya?” ujar Aep dengan nada menegur.
Meski kondisi keuangan daerah sedang defisit lebih dari Rp300 miliar, Aep menegaskan bahwa Pemkab Karawang tetap mempertahankan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi ASN. Sebagai gantinya, ia berharap pegawai menunjukkan kinerja yang sepadan.
“Saya masih pertahankan TPP Bapak-Ibu semua, walau kondisi keuangan defisit. Tapi ayo kita berubah, jangan cuma menuntut, tapi juga berkontribusi,” katanya.
Menutup sambutannya saat apel itu, Bupati menegaskan agar seluruh ASN hidup sederhana dan sensitif terhadap situasi keuangan daerah.
“Coba lihat ruangan saya, adakah makanan mewah di sana? Kalau ada yang bermewah-mewahan, silakan tunjuk. Saya tidak akan lelah mengingatkan, karena kita di sini bekerja untuk masyarakat,” tandasnya. ***
Sumber : MediusNews.com










