Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Jalan Utama di Kawasan HI Bekasi Ditutup, Warga dan Pelaku Usaha Protes Pengembang

BEKASI – Sejumlah pelaku usaha di kawasan Kota Harapan Indah (HI), Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan perubahan akses jalan utama yang dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Mereka menilai langkah sepihak dari pihak pengembang membuat usaha mereka kini sepi pengunjung.

Ferdy, salah satu pemilik ruko di kawasan tersebut, mengaku kaget saat mendapati sebagian jalan utama di depan rukonya ditutup dan arus kendaraan dialihkan ke jalur samping yang lebih sempit.

“Kami membeli ruko dengan keyakinan bahwa posisi bangunan berada di jalan utama, sesuai dengan informasi dan brosur penjualan. Tapi sekarang jalannya ditutup dan dialihkan. Dampaknya, usaha kami jadi sepi,” ujar Ferdy kepada TribunBekasi.com, Minggu (2/11/2025).

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

Ia menyebut perubahan jalur itu berdampak pada aksesibilitas, estetika, hingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Arah kendaraan yang kini harus memutar dan melewati jalur belok kiri yang lebih sempit membuat arus lalu lintas tersendat di beberapa titik dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Menurut Ferdy, warga dan para pelaku usaha merasa keputusan pengembang tidak transparan karena tidak pernah ada sosialisasi terbuka.

Mereka menduga langkah itu mengabaikan prinsip keterbukaan informasi publik dan partisipasi masyarakat sebagaimana diatur dalam peraturan tata ruang dan pelayanan publik.

Berita Lainnya  Dorong Digitalisasi Usaha, GOKAR dan Mentorship 360 Perkuat Database UMKM Karawang

“Warga dan pelaku usaha akan menyampaikan pengaduan ke Pemerintah Kabupaten Bekasi dan ditembuskan ke DPRD serta instansi terkait,” ucapnya.

Dalam surat pengaduan yang sedang disiapkan, warga meminta Pemkab Bekasi meninjau ulang proyek perubahan akses jalan tersebut serta mengembalikan fungsinya seperti semula sebagai fasilitas publik.

Langkah itu, kata Ferdy, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keteraturan tata ruang, keselamatan pengguna jalan, dan keberlangsungan usaha di kawasan Harapan Indah.

“Kami juga berharap pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh kegiatan pembangunan sesuai ketentuan hukum dan izin yang berlaku,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi Matangkan Persiapan Pilkades Digital, Bimtek KPPS Digelar Sertak

Sementara itu, TribunBekasi.com telah berupaya menghubungi pihak pengembang Damai Putra Group untuk meminta tanggapan terkait keluhan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang belum memberikan respons.***

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Jalan Utama di Harapan Indah Bekasi Ditutup, Warga dan Pelaku Usaha Protes Pengembang, https://wartakota.tribunnews.com/bekasi/872959/jalan-utama-di-harapan-indah-bekasi-ditutup-warga-dan-pelaku-usaha-protes-pengembang.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Mohamad Yusuf

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan