Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Jalan Utama di Kawasan HI Bekasi Ditutup, Warga dan Pelaku Usaha Protes Pengembang

BEKASI – Sejumlah pelaku usaha di kawasan Kota Harapan Indah (HI), Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan perubahan akses jalan utama yang dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Mereka menilai langkah sepihak dari pihak pengembang membuat usaha mereka kini sepi pengunjung.

Ferdy, salah satu pemilik ruko di kawasan tersebut, mengaku kaget saat mendapati sebagian jalan utama di depan rukonya ditutup dan arus kendaraan dialihkan ke jalur samping yang lebih sempit.

“Kami membeli ruko dengan keyakinan bahwa posisi bangunan berada di jalan utama, sesuai dengan informasi dan brosur penjualan. Tapi sekarang jalannya ditutup dan dialihkan. Dampaknya, usaha kami jadi sepi,” ujar Ferdy kepada TribunBekasi.com, Minggu (2/11/2025).

Berita Lainnya  Babak Baru Penataan Cikampek, 154 Bangli dan PKL Dibongkar

Ia menyebut perubahan jalur itu berdampak pada aksesibilitas, estetika, hingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Arah kendaraan yang kini harus memutar dan melewati jalur belok kiri yang lebih sempit membuat arus lalu lintas tersendat di beberapa titik dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Menurut Ferdy, warga dan para pelaku usaha merasa keputusan pengembang tidak transparan karena tidak pernah ada sosialisasi terbuka.

Mereka menduga langkah itu mengabaikan prinsip keterbukaan informasi publik dan partisipasi masyarakat sebagaimana diatur dalam peraturan tata ruang dan pelayanan publik.

Berita Lainnya  Ulama dan Ormas Islam di Bekasi Demo Tolak Legalisasi THM Lewat Perda Pariwisata

“Warga dan pelaku usaha akan menyampaikan pengaduan ke Pemerintah Kabupaten Bekasi dan ditembuskan ke DPRD serta instansi terkait,” ucapnya.

Dalam surat pengaduan yang sedang disiapkan, warga meminta Pemkab Bekasi meninjau ulang proyek perubahan akses jalan tersebut serta mengembalikan fungsinya seperti semula sebagai fasilitas publik.

Langkah itu, kata Ferdy, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keteraturan tata ruang, keselamatan pengguna jalan, dan keberlangsungan usaha di kawasan Harapan Indah.

“Kami juga berharap pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh kegiatan pembangunan sesuai ketentuan hukum dan izin yang berlaku,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Mpok Atiek Naksir Dedi Mulyadi, Tapi Ngaku Harus Sadar Umur

Sementara itu, TribunBekasi.com telah berupaya menghubungi pihak pengembang Damai Putra Group untuk meminta tanggapan terkait keluhan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang belum memberikan respons.***

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Jalan Utama di Harapan Indah Bekasi Ditutup, Warga dan Pelaku Usaha Protes Pengembang, https://wartakota.tribunnews.com/bekasi/872959/jalan-utama-di-harapan-indah-bekasi-ditutup-warga-dan-pelaku-usaha-protes-pengembang.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Mohamad Yusuf

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan