Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Gelombang Protes Kenaikan Pajak Jadi ‘Bom Waktu’ Pemerintahan Aep-Maslani

BERAWAL dari aksi unjuk rasa Serikat Tani Karawang (STAKAR) ke gedung DPRD Karawang pada Jumat (3/10/2025) lalu, yang memprotes persoalan membengkaknya tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) karena persoalan teknis kesalahan bayar, kebijakan kenaikan pajak yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Karawang Nomor : 973/Kep.502-Huk/2021, terus menuai sorotan publik.

Satu persatu gelombang protes atas kenaikan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) ini terus muncul ke permukaan.

Pengamat Kebijakan Publik Nana Kustara, SH.MH mengatakan, sebagian publik menilai jika kebijakan kenaikan PBB-P2 di Karawang ini seperti ‘fenomena gunung es’, yaitu dimana persoalan yang muncul ke permukaan sebenarnya hanya sebagian kecil. Karena diyakini masih banyak persoalan besar lain tentang perpajakan di Karawang yang selama ini belum tercium publik.

Berita Lainnya  Pemerintah Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Dan sebagian publik lainnya menilai jika persoalan PBB-P2 yang konon kenaikannya sampai 620% ini bisa menjadi ‘bom waktu’ pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Karawang Aep-Maslani, jika tidak segera disikapi secara bijak, tanggap, cepat dan transpran.

“Bupati Aep harus segera mengambil sikap, apakah akan menurunkan PBB-P2 atau mengeluarkan kebijakan lain yang lebih pro rakyat. Sebelum gelombang protes dari masyarakat ini semakin membesar,” tutur Nana Kustara, Sabtu (1/11/2025).

Namum persoalannya, sambung Nana, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 85 Tahun 2024, kenaikan pajak berdasarkan NJOP akan dilakukan setiap 3 tahun sekali. Artinya, jika kenaikan PBB-P2 terakir Karawang terjadi di akhir tahun 2021, maka di tahun 2025 atau di awal tahun 2026 mendatang Pemda Karawang otomatis akan kembalikan menaikan PBB-P2.

Berita Lainnya  Polisi Pastikan Ermanto Usman Tewas Dibunuh Perampok

“Saya pikir ini seperti buah simalakama bagi Pemkab Karawang. Satu sisi sedang ada gelombang protes kenaikan pajak, tapi di sisi lain di tahun depan PBB-P2 harus kembali naik. Karena kan NJOP-nya juga pasti berubah dan terus naik,” katanya.

Bisa Berakhir Pemakzulan seperti di Kabupaten Pati

Ketua Presidium DPC (Kongres Advokat Indonesia) Karawang ini mengkhwatirkan, gelombang protes kenaikan pajak dari masyarakat ini akan berakhir seperti di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Yaitu dimana Bupati Sudewo dilaporkan ke KPK dan dimakzulkan oleh masyarakat.

Meskipun secara konsekuensi hukum, dampak kenaikan protes kenaikan PBB-P2 yang sedang digugat ke Mahkamah Agung (MA) oleh sebagian kelompok masyarakat ini masih bersifat 50% : 50%.

“Ya, kita lihat saja nanti konsekuensi hukumnya seperti apa ketika judicial review dikabulkan oleh MA. Apakah pemda harus mengembalikan dana pajak (kelebihan bayar) dari tahun 2021 akhir sampai dengan saat ini kepada masyarakat, atau seperti apa konsekuensi hukumnya, kan begitu ya!,” katanya.

Berita Lainnya  Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

Namun sudah barang tentu, jika aksi gelombang protes kenaikan PBB-P2 ini hanya dibiarkan Pemkab Karawang, maka kepemimpinan Aep-Maslani akan dirugikan secara politik.

“Ya, kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Aep-Maslani akan berkurang, itu konsekuensi politiknya. Makanya hari ini publik masih menunggu kira-kira langkah apa yang akan dimabil pemkab dalam menyikapi persoalan ini,” katanya.

“Apakah pemkab akan melawan gugatan judicial review-nya di MA, ataukah akan menurunkan PBB-P2 sebagai bentuk kebijakan yang pro rakyat,” tutup Nana.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan