Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Investasi di Karawang Tinggi, Tapi Serapan Tenaga Kerja Rendah, ini Alasannya?

KARAWANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengakui tingginya nilai investasi di Karawang tidak serta-merta berbanding lurus dengan meningkatnya serapan tenaga kerja. Hal itu karena sebagian besar investasi yang masuk merupakan investasi padat modal.

“Investasi yang masuk ke Karawang rata-rata padat modal, sehingga tidak terlalu mempengaruhi serapan tenaga kerja,” kata Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi, Minggu (21/9/2025).

Investasi padat modal cenderung mengandalkan mesin dan teknologi modern, sehingga tidak banyak memerlukan tenaga manusia. Hal ini berbeda dengan sekitar sepuluh tahun lalu, ketika investasi padat karya lebih mendominasi dan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Berita Lainnya  Transformasi Digital bagi Pelaku UMKM, Disperindagkop Karawang Jalin Kerja Sama dengan PT. GOKAR

Meski begitu, Disnakertrans Karawang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar calon tenaga kerja lokal mampu bersaing. Program yang dijalankan antara lain kolaborasi dengan sekolah dan perusahaan, serta pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi di Karawang pada 2024 mencapai Rp68 triliun, naik signifikan dibanding tahun 2023 sebesar Rp42,1 triliun. Namun, lonjakan investasi tersebut belum mampu mendongkrak serapan tenaga kerja secara signifikan.

Berita Lainnya  Di HUT Karawang ke-393, KADIN Karawang Kirim Delegasi ke Korea Selatan

Data Disnakertrans Karawang mencatat, pada semester pertama 2022 hanya 4.524 tenaga kerja terserap. Lalu pada triwulan III 2023, dari 1.934 proyek investasi, serapan tenaga kerjanya hanya 4.314 orang.

Sementara itu, selama Januari–Juni 2025, nilai investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di Karawang mencapai Rp30,24 triliun. Dari angka tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap baru mencapai 12.209 orang. (BeritaPasundan.com)

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan