Selasa, Juni 9, 2026
spot_img

Investasi di Karawang Tinggi, Tapi Serapan Tenaga Kerja Rendah, ini Alasannya?

KARAWANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengakui tingginya nilai investasi di Karawang tidak serta-merta berbanding lurus dengan meningkatnya serapan tenaga kerja. Hal itu karena sebagian besar investasi yang masuk merupakan investasi padat modal.

“Investasi yang masuk ke Karawang rata-rata padat modal, sehingga tidak terlalu mempengaruhi serapan tenaga kerja,” kata Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi, Minggu (21/9/2025).

Investasi padat modal cenderung mengandalkan mesin dan teknologi modern, sehingga tidak banyak memerlukan tenaga manusia. Hal ini berbeda dengan sekitar sepuluh tahun lalu, ketika investasi padat karya lebih mendominasi dan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Berita Lainnya  Mukab ke-8 Kadin Bekasi, Perkuat Kolaborasi  Pemerintah - Dunia Usaha untuk Tingkatkan Daya Saing Ekonomi

Meski begitu, Disnakertrans Karawang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar calon tenaga kerja lokal mampu bersaing. Program yang dijalankan antara lain kolaborasi dengan sekolah dan perusahaan, serta pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi di Karawang pada 2024 mencapai Rp68 triliun, naik signifikan dibanding tahun 2023 sebesar Rp42,1 triliun. Namun, lonjakan investasi tersebut belum mampu mendongkrak serapan tenaga kerja secara signifikan.

Berita Lainnya  Bangun Sinergitas Lintas Sektoral untuk Menjaga Iklim Dunia Usaha, Kadin Silaturahmi dengan Polres Karawang

Data Disnakertrans Karawang mencatat, pada semester pertama 2022 hanya 4.524 tenaga kerja terserap. Lalu pada triwulan III 2023, dari 1.934 proyek investasi, serapan tenaga kerjanya hanya 4.314 orang.

Sementara itu, selama Januari–Juni 2025, nilai investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di Karawang mencapai Rp30,24 triliun. Dari angka tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap baru mencapai 12.209 orang. (BeritaPasundan.com)

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Studi PUSTAKA Sebut ‘Video Viral LGBT’ di THM Karawang Bisa Dijerat Pidana Kesusilaan

KARAWANG - Beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas komunitas LGBT di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Karawang, perlu ditindaklanjuti secara...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Proyek SPPG Mandek, Investor di Sukabumi Merugi Rp 218 Miliar

SUKABUMI - Munjayin, investor asal Cikiray, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengaku rugi Rp 218 miliar dalam proyek pengambilalihan 97 dapur khusus Satuan...

Soal Kontroversi ‘Map Bertuliskan Bupati Karawang’ di Rumah Eks Kepala BGN, Ternyata Hanya Dokumen Pengajuan Kekurangan SPPG

KARAWANG - Terkait kontroversi keberadaan 'map bertuliskan Bupati Karawang' di rumah eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat dilakukan penggeledahan oleh Kejagung, Bupati Karawang, H....

Nama Dani Ramdan dan Iin Farihin Jadi Sorotan di Sidang Kasus Suap Ijon Proyek Ade Kunang

BANDUNG - Bukan hanya mantan Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan yang terseret pusaran kasus suap ijon proyek di Pemkab Bekasi,  nama a nggota DPRD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan