Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Komnas HAM Kecam Peristiwa Tewasnya Ojol Affan

JAKARTA – Komnas HAM mengecam dan memberi atensi khusus atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Komnas HAM telah membuka posko aduan bagi masyarakat yang menjadi korban dalam demonstrasi.

“Komnas HAM menaruh atensi yang sangat serius terhadap unjuk rasa yang terjadi di Jakarta sejak tanggal 25 Agustus 2025 hingga hari ini,” kata Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam konferensi pers, Jumat (29/8/2025).

Berita Lainnya  Rocky Gerung : ‎“Semua Pemain Bola Bagus dari Afrika karena MBG”

Pihaknya juga telah melakukan serangkaian langkah pengamatan media dan media sosial. Selain itu, Komnas telah meminta keterangan kepada beberapa pihak.

“Kami juga sudah meminta permintaan keterangan kepada beberapa pihak terkait dan sore hari ini juga akan meminta keterangan pada tujuh pelaku,” katanya.

Komnas HAM pun mengucapkan duka mendalam atas kasus tewasnya Affan. Komnas HAM juga mengecam keras tindakan oknum polisi yang melindas Affan.

“Komnas HAM juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya almarhum Affan Kurniawan dan korban luka lainnya, serta mengecam tindakan oknum polisi Republik Indonesia yang melakukan tindakan brutal sehingga hilangnya nyawa,” lanjutnya.

Berita Lainnya  Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan HP Presiden Prabowo

Komnas HAM juga berkomitmen agar terwujud situasi HAM yang kondusif. “Komnas HAM berkomitmen secara penuh untuk mendorong terwujudnya hak asasi manusia (HAM) yang kondusif,” katanya.

Saat ini Komnas HAM juga telah membuka posko aduan. Masyarakat yang menjadi korban saat demo dipersilakan membuat aduan di nomor layanan Komnas HAM.

“Komnas HAM juga membuka posko aduan kepada masyarakat yang menjadi korban aksi unjuk rasa. Bagi masyarakat yang ingin membuat aduan dapat menghubungi layanan masyarakat Komnas HAM di nomor telepon 08122679880. Saya kira nomor ini sangat penting untuk disebarluaskan,” katanya.

Berita Lainnya  Warga Lagi Asik Ngopi Tiba-tiba Ditampar, Kapolres Kapuas Hulu Sampaikan Permohonan Maaf

Berita selengkapnya klik : https://news.detik.com/berita/d-8085674/komnas-ham-kecam-kasus-tewasnya-affan-ojol-beri-atensi-sangat-serius.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan