Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Pedagang Pasar Tumpah Cikarang Kota Masih Membandel

BEKASI – Para pedagang di pasar tumpah persimpangan Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi masih membandel, meski pembatasan waktu berjualan telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Aktivitas jual beli di badan jalan melewati batas toleransi pukul 05.00 WIB, sehingga memicu kemacetan parah di Jalur Utama Pantura Karawang–Bekasi.

Kebijakan pembatasan ini sejatinya telah disosialisasikan sejak dua pekan lalu, dengan batas waktu operasional pedagang antara pukul 22.00 malam hingga 05.00 pagi.

Namun berdasarkan evaluasi Satpol PP Kabupaten Bekasi, sekitar 40 persen pedagang tetap melanggar aturan tersebut.

“Hingga pukul 06.00, kami beri ruang dan waktu untuk merapikan jualannya, tapi masih ditemukan pedagang yang belum selesai berjualan,” ujar Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita, Senin (23/6/2025).

Berita Lainnya  Harga Bahan Baku Kontruksi Naik, Penyedia Jasa Siap-siap 'Gigit Jari'

Menurut Ganda, pemerintah telah melakukan upaya persuasif mulai dari sosialisasi hingga woro-woro menggunakan mobil patroli setiap pagi.

Namun tingkat kepatuhan pedagang dinilai masih rendah. Pihaknya pun mulai mengeluarkan teguran lisan dan tertulis kepada para pedagang.

“Jika dalam beberapa hari ke depan kepatuhan masih rendah, maka kami akan menjalankan tindakan tegas sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, termasuk potensi penutupan permanen,” tegas Ganda.

Pedagang Keberatan dan Minta Solusi Relokasi

Di sisi lain, para pedagang mengaku terpaksa berjualan di luar jam yang ditetapkan karena khawatir pendapatan berkurang. Mereka menyebut pukul 05.00 justru merupakan puncak aktivitas jual beli.

Berita Lainnya  Mayoritas IPAL Dapur SPPG Tak Sesuai Standar, Satgas MBG Jangan Tutup Mata

“Kami mau beres-beres jam 5, justru itu pas lagi rame-ramenya. Kalau dibatasi, kami kehilangan pelanggan. Kecuali kalau dikasih tempat relokasi,” keluh Ibnu (40), salah satu pedagang sayur.

Keluhan senada juga disampaikan Diki (29), yang menyebut bahwa pembatasan tidak disertai solusi. Ia menyebut para pedagang berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan Pasar Cikarang yang hingga kini belum difungsikan.

“Kalau ada tempat relokasi, kita pindah. Tapi kalau dibatasi tanpa solusi, kita bingung. Mau jualan aman saja susah, belum ada fasum yang layak,” ucap Diki.

Berita Lainnya  Masalah Parkir Merembet ke Pokir, Gaya Komunikasi Pimpinan DPRD Karawang Buruk!

Kemacetan dan Ketertiban Jadi Sorotan

Kehadiran pasar tumpah yang menempati badan jalan menghambat arus lalu lintas yang setiap pagi sudah padat.

Jalur tersebut merupakan penghubung utama Karawang dan Bekasi, sehingga sangat vital untuk mobilitas warga dan kendaraan logistik.

Pemkab Bekasi berharap kesadaran kolektif dari para pedagang untuk menaati aturan. Jika pelanggaran masih terus terjadi, penertiban akan ditingkatkan demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.

Sumber : GoBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan