Kamis, April 2, 2026
spot_img

Polemik Dana Hibah, Ketua Komisi I Ingatkan Dedi Mulyadi Tidak ‘Over Acting’

Menyikapi polemik dana hibah lembaga keagamaan yang diduga banyak terjadi penyimbangan, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya yang kasusnya sedang ditangai Polda Jabar, Komisi I DPRD Jabar meminta Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM) tidak over acting.

H. Rahmat Hidayat Djati (RHD), Ketua Komisi I DPRD Jabar menyampaikan, jika dianggap atau diduga terjadi penyimpangan dana hibah, maka seharusnya gubernur melakukan evaluasi, verifikasi dan validasi ulang untuk memastikan penyaluran dana hibah tahun 2025 tidak terjadi lagi penyimpangan.

Bukan kemudian akan menghapuskan dana hibah (menggantinya dengan program beasiswa santri) yang sudah menjadi kebijakan program pemerintah.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

Karena menurut RHD, rencana kebijakan KDM yang akan menghapus atau mengganti dana hibah menjadi beasiswa santri ini dinilai tidak adil bagi dunia pendidikan islam, yang seolah-olah semua dana hibahnya bermasalah.

“Jangan langsung dihapus atau dinolkan, itu namanya semena-mena, menyalahi tata laksana perencanaan program pemerintahan dan terutama tidak adil terhadap dunia pendidikan islam. Karena seolah-olah menganggap semuanya bermasalah. Ini catatan penting buat KDM,” tutur RHD, saat dikonfirmasi Redaksi Opiniplus.com.

Disinggung mengenai pernyataan KDM ‘ada faktor kedekatan politik’ mengenai penyaluran dana hibah lembaga keagamaan selama ini, RHD menilai jika itu hanya sebatas persepsi KDM. Pasalnya, sampai sejauh ini belum ada pembahasan antara KDM dengan DPRD Jabar untuk menyikapi persoalan ini.

Berita Lainnya  Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap Saat akan Melarikan Diri

“Itu persespsi KDM sebagai gubernur. Mestinya proporsional saja, tidak perlu over acting apalagi over statement. Padahal belum ada pembahasan yang sesuai mekanisme dan regulasi tata laksana perencanaan pemerintahan,” kata politisi PKB ini.

Adapun mengenai dugaan penyimbangan dana hibah yang sedang diselidiki Aparat Penegak Hukum (APH), RHD menegaskan bahwa semua sudah ada mekanisme dan regulasi yang mengatur pengelolaan dana hibah sejak perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan.

Dan mengenai pernyataan KDM yang ingin mengganti dana hibah dengan beasiswa santri, RHD mengaku jika internal Fraksi PKB akan membahasnya di internal rapat fraksi.

Berita Lainnya  Jangan Hanya Fokus Dana Desa, Jaksa Agung Minta Jaksa di Daerah Tindak Kasus Korupsi Besar

“Nanti akan dibahas di internal rapat Fraksi PKB minggu depan,” tutupnya.***

Ket foto : KDM dan RHD sedang berdiskusi di kegiatan apel Satgas Anti Premanisme di Kawasan Industri Karawang pada 27 Maret 2025 lalu.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Aep Pasang Badan Lindungi Guru yang Laporkan Kecurangan MBG

KARAWANG - Bupati Karawang, H.  Aep Syaepuloh mengaku siap pasang badan bagi setiap guru yang melaporkan dugaan kecurangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, besarnya...

Demo Mahasiswa di Bekasi Saling Dorong dan Nyaris Bentrok dengan Petugas

BEKASI - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung Bupati Bekasi, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (2/4/2026) diwarnai aksi saling dorong...

Kebakaran SPBE di Cimuning – Bekasi, Korban Luka Bakar hingga 17 Orang

KOTA BEKASI - Korban akibat kebakaran SPBE di kawasan Cimuning, Bekasi, Jawa Barat bertambah. Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menerangkan, data...

Jangan Hanya Fokus Dana Desa, Jaksa Agung Minta Jaksa di Daerah Tindak Kasus Korupsi Besar

JAKARTA - Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin meminta jajaran Kejaksaan di daerah berani menangani kasus korupsi berskala besar. Dia meminta pemberantasan korupsi di...

Polda Metro Jaya Tangkap Pengedar Uang Palsu di Bogor

BOGOR - Subdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu di wilayah Bogor, Jawa Barat....

Hukum

Suap Ijon Proyek Ade Kunang, KPK Didesak Tetapkan Tersangka Lain

BEKASI - Fakta-fakta menarik yang terkuak dalam persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi skema "ijon proyek" menjadi bukti tak terbantahkan mengenai adanya praktik rasuah berjamaah...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan