Rabu, Mei 13, 2026
spot_img

Mengenal Sosok RA Kartini, Pejuang Status Sosial Perempuan

Kartini lahir pada 21 April 1879 di Mayong, sebuah kota kecil dalam wilayah Karesidenan Jepara. Ia merupakan seorang putri dari pasangan Raden Mas (RM) Sosroningrat dan Mas Ajeng Ngasirah.

Kartini juga lahir dalam lingkungan keluarga priyayi dan bangsawan, karena itu ia berhak menambahkan gelar Raden Ajeng (RA) di depan namanya.

Pada tahun 1885, Kartini dimasukkan ke sekolah dasar Eropa atau Europesche Lagere School (ELS). ELS merupakan sekolah khusus yang hanya diperuntukkan bagi anak-anak bangsa Eropa dan Belanda-Indo. Sementara itu, anak pribumi yang diizinkan mengikuti pendidikan di ELS hanya anak yang orang tuanya menjadi pejabat tinggi pemerintah.

Meskipun bagian dari anak pribumi, Kartini tidak kesulitan untuk menyesuaikan kegiatan belajar di ELS. Bahkan, anak RM Sosroningrat ini termasuk siswa cerdas yang mampu bersaing dengan siswa lainnya.

Berita Lainnya  Mengenal Sosok Jumhur Hidayat, Dari Aktivis Buruh hingga Menteri Lingkungan Hidup

Keberadaan Kartini di ELS juga menarik perhatian banyak orang Eropa, karena menjadi siswa pribumi yang mampu berbahasa Belanda dengan baik. Kemampuan tersebut diperolehnya dengan rajin membaca buku dan koran berbahasa Belanda.

Awal tahun 1892, Kartini dinyatakan lulus dari ELS dengan nilai yang cukup baik. Ia sebenarnya ingin melanjutkan pendidikannya, namun hal itu terhalang karena sebuah tradisi di kalangan bangsawan yang dikenal sebagai pingitan.

Selama masa pingitan, Kartini berusaha mengatasi kesunyian hidupnya dengan membagi cerita kepada Raden Ajeng Soelastri (saudara tiri Kartini) yang juga sedang menjalani masa pingitan. Melalui surat, Kartini dengan semangat tinggi menceritakan keinginannya memajukan perempuan kalangan bangsawan. (1)

Kartini bertekad bulat hendak mengangkat kembali kedudukan kaumnya yang rendah. Dalam usahanya untuk mengubah kedudukan perempuan, ia berpendapat supaya kaum wanita juga diberi kesempatan dan kebebasan untuk menuntut ilmu di sekolah, sama seperti laki-laki. Sebab, laki-laki dan perempuan merupakan makhluk yang sama haknya dan derajatnya.

Berita Lainnya  Mengenal Sosok Jumhur Hidayat, Dari Aktivis Buruh hingga Menteri Lingkungan Hidup

Untuk memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan, Kartini memutuskan mendirikan sekolah sendiri. Sekolah yang ia dirikan ini dikhususkan bagi para gadis agar mereka memiliki akses terhadap pendidikan yang layak.

Langkah Kartini mendirikan “Sekolah Gadis” di Jepara mendapat sambutan positif dari masyarakat. Upaya ini bahkan memberikan dampak besar bagi perkembangan pendidikan perempuan di berbagai daerah lain.

Sejak saat itu, dunia pendidikan bagi kaum wanita di Pulau Jawa memasuki babak baru. Sekolah Kepandaian Putri pun mulai bermunculan di berbagai kota seperti Batavia (Jakarta), Madiun, Semarang, Bogor, Malang, Cirebon, Surabaya, Surakarta, dan Rembang.

Berita Lainnya  Mengenal Sosok Jumhur Hidayat, Dari Aktivis Buruh hingga Menteri Lingkungan Hidup

Perjuangan Kartini pun akhirnya mengubah status sosial perempuan. Sayangnya, perjuangannya harus terhenti ketika ia menutup usia di tahun ke-25. Ia meninggal pada 17 September 1904, empat hari sesudah melahirkan anaknya yang pertama.

Perjuangan Kartini berhasil membawa perubahan besar terhadap status sosial perempuan hingga saat ini. Namun, langkah mulianya harus terhenti saat ia wafat pada usia 25 tahun. Kartini meninggal pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan anak pertamanya.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya, Kartini ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964. (2)

Sumber : Detik

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ustaz di Purwakarta Diduga Cabuli Murid, Polisi Sebut Ada 6 Korban di Bawah Umur

PURWAKARTA - Satreskrim Polres Purwakarta, Jawa Barat, menangkap seorang ustaz yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap muridnya di sebuah majelis taklim tempatnya mengajar. Kasat Reskrim...

LMP dan Brigez Kembali Sambangi Kejari Bekasi, Pertanyakan Laporan Dugaan Korupsi dan TPPU Dirut PDAM Tirta Bhagasasi

BEKASI – Ormas Laskar Merah Putih (LMP) bersama Brigez, menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Kabupaten Bekasi untuk memfollow-up laporannya pada 20 April 2026 lalu. Kedatangan...

Saling Lempar Tanggungjawab di Sidang Ade Kunang, Hakim Minta Para Saksi Dikonfrontir

BANDUNG - Sidang kasus dugaan korupsi dan ijon proyek di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang alias Ade Kunang dan...

2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

SUBANG – Langkah nyata pembinaan dan deradikalisasi kembali membuahkan hasil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang. Dua narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) secara resmi...

Upaya Penyelundupan Narkotika ke Lapas Karawang Digagalkan Petugas

KARAWANG - Upaya penyelundupan narkotika oleh orang tak dikenal (OTK) ke dalam Lapas Karawang berhasil digagalkan petugas, Senin (11/5/2026). Pelaku melakukan modus pelemparan barang haram...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan