Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

Warga Desak Dedi Mulyadi Cabut Izin Pertambangan, H. Jenal Arifin : Ada Mekanisme yang Harus Ditempuh Lewat Pengadilan

Aksi demonstrasi warga Karawang Selatan di depan gerbang PT. Jui Shin Indonesia pada Kamis (17/4/2025) tak menemukan titik temu. Pasalnya, tidak ada satu pun perwakilan manajemen perusahaan yang merespon kedatangan massa aksi.

Sementara, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Jenal Aripin yang sempat berada ditengah-tengah massa aksi menyampaikan, bahwa aksi ini dilakukan warga Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru, khususnya warga Desa Tamansari.

Adapun tuntutannya, warga mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk berani mencabut izin yang sudah terbit terkait aktivitas pertambangan di Karawang Selatan.

Berita Lainnya  Riset BRIN Sebut Tanah Pantura Subang Turun 2,8 Cm/Tahun, Banjir Rob Mengancam

“Tuntutan kedua perbaikan infrastruktur, khususnya perbaikan Jembatan Cicangor yang terputus (ambruk),” tutur H. Jenal Aripin, saat dikonfirmasi Opiniplus.com.

Sebagai wakil rakyat, H. Jenal Aripin mengaku memiliki kewajiban untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi warga tersebut.

Tetapi persoalannya, persoalan ini pernah digelar rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi IV DPRD Jabar. Yaitu dimana PT. Mas Putih Belitung- anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia mampu menunjukan izin pertambangan lengkap.

Berita Lainnya  Wali Kota Bekasi Minta Mizuda Group Sulap Bantargebang Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan dan Ekonomi Hijau

Oleh karenanya, sambung H. Jenal, rekomendasi Komisi IV DPRD Jabar saat itu, persoalannya harus ditempuh melalui mekanisme jalur hukum lewat pengadilan.

“Harus diuji lagi di pengadilan. Sehingga tuntutan masyarakat mendapatkan kepastian hukum,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan