Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Arti Dasi Kuning Pak Prabowo di Puncak HUT Golkar ke-60 Tahun

DIDALAM politik kita tidak boleh sampai membenci, mencaci maki, atau bahkan menghardik lawan. Kita harus kembali kepada kepribadian asli bangsa Indonesia dari seluruh suku.

Begitulah kira-kira kalimat pidato seorang negarawan Presiden Prabowo Subianto, di kegiatan puncak peringatan HUT ke-60 tahun Partai Golkar, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12/2024) malam.

Melalui pidato politiknya tersebut, Pak Prabowo membuktikan sebagai alumni Partai Golkar yang sudah matang dalam berpolitik, memiliki jiwa seorang negarawan yang selalu mengedepankan kepentingan bangsa.

Bahkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia sampai mengatakan, jika dasi kuning yang dipakai Pak Prabowo menunjukan bahwa ‘doktrin kekaryaan’ Partai Golkar masih melekat dalam hati sanubari seorang Prabowo Subianto.

Berita Lainnya  Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Sehingga Presiden RI ke-8 selalu mengedepankan nilai-nilai prinsip mikul dhuwur mendem jero, mengangkat hal-hal kebaikan dan memendam hal-hal yang negatif, baik itu saat sebagai seorang ketua partai politik maupun sebagai negarawan.

Pak Prabowo memang pernah kalah pada konvensi Partai Golkar untuk bisa maju sebagai calon presiden pada tahun 2004. Tetapi 20 tahun kemudian berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia.

Fakta sejarah perpolitik di Indonesia ini sampai pada sebuah keyakinan ucapan seorang Waliyullah almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang pernah mengatakan, bahwa Pak Prabowo akan menjadi Presiden di hari tuanya. Dan saya termasuk orang yang meyakini kalimat pernyataan itu.

Berita Lainnya  Bawa 23 Rekomendasi Dukungan PK, Abdul Azis Resmi Daftar Bakal Calon Ketua Golkar Karawang

Melalui tulisan ini, saya tidak hanya sekedar ingin menyampaikan ‘arti dasi kuning Pak Prabowo’ di puncak peringatan HUT Golkar ke-60 tahun. Lebih dari itu, saya juga ingin menyampaikan agenda politik Partai Golkar dalam membenahi sistem demokrasi seperti yang disampaikan Ketum Golkar.

Atas izin Pak Prabowo, Golkar akan berpartisipasi aktif di dalam merumuskan formulasi baru terhadap sistem politik di Indonesia yang berbiaya tinggi. Seperti yang disampaikan Ketum Golkar, harus ada formulasi yang tepat untuk sistem politik yang benar-benar baik untuk rakyat dan negara, demi mewujudkan cita-cita proklamasi.

Berita Lainnya  62 Tahun Golkar, Menguji Kembali Politik Karya di Tengah Krisis Kepercayaan

Izin mengutif pernyataan Ketum Golkar, Partai Golkar akan memulai dialektika ini, kami akan merumuskan, kami akan memberikan satu pemikiran-pemikiran yang baik.

Karena tujuan negara bukan hanya demokrasi. Demokrasi hanya instrumen untuk mencapai tujuan politik. Sementara tujuan negara adalah mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut mengambil bagian dalam ketertiban dunia.

Penulis
ABDUL AZIS, SE
Anggota DPRD Karawang/Politisi Partai Golkar

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan