Minggu, November 1, 2026
Google search engine

Ratusan Pelajar di Cileungsi – Bogor Jadi Korban Konten Pornografi AI

BOGOR – Ratusan pelajar di salah satu sekolah swasta setingkat SMA di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban penyalahgunaan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membuat konten pornografi.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Bogor melalui laporan polisi nomor LP/B/1143/V/2026/SPK/Polres Bogor/Polda Jawa Barat tertanggal 19 Mei 2026.

Kuasa hukum saksi, Muhammad Ari Pratomo, mengatakan pihaknya mendampingi dua orang saksi menjalani pemeriksaan di Polres Bogor pada Senin, 14 September 2026.

Menurut Ari, dugaan kasus tersebut bermula ketika foto sejumlah teman sekolah yang diambil dari media sosial diduga dimanipulasi menggunakan AI menjadi foto tanpa busana hingga video bermuatan pornografi.

“Korban ini ratusan. Dari keterangan saksi yang saya dampingi, mereka menyaksikan langsung dan menanyakan kepada pelaku dan pelaku mengakui saat ditanya,” kata Ari kepada wartawan pada Senin, 14 September 2026.

Berita Lainnya  Kantor ATR/BPN Karawang Mengamali Kebakaran Hebat, 5 Unit Damkar Dikerahkan

Ia menyebut, berdasarkan keterangan para saksi, telepon seluler yang diduga milik pelaku sempat diperiksa dan ditemukan ribuan foto serta video yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan AI.

Foto-foto tersebut diduga diambil dari media sosial para korban, kemudian diedit menggunakan AI tanpa persetujuan pemilik foto.

Dalam perkara ini, terdapat dua orang yang dilaporkan dengan inisial KF dan DCN. Keduanya diduga memiliki peran berbeda, yakni salah satunya sebagai pihak yang menyuruh atau menjadi inisiator, sementara lainnya diduga sebagai pembuat konten.

Ari mengatakan, dugaan perbuatan tersebut diketahui setelah terjadi persoalan antara dua pihak yang diduga terlibat. Salah satu terduga pelaku kemudian membongkar dugaan pembuatan konten AI terhadap sejumlah teman sekolah.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada korban dan sejumlah teman lainnya. Mereka lantas mengonfirmasi langsung kepada terduga pelaku hingga muncul pengakuan yang sempat direkam.

Berita Lainnya  Belum Semenit Masuki Rumput Hijau, Tandukan Julio Cesar Langsung Bobol Gawang Persik Kediri

“Pengakuan itu pun divideokan dan diserahkan ke Polres untuk bahan laporan,” ujarnya.

Ari mengaku belum mengetahui secara pasti motif penyebarluasan konten tersebut. Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari terduga pelaku saat dikonfirmasi teman-temannya, konten tersebut disebut dibuat untuk konsumsi pribadi.

Kendati demikian, dari telepon seluler yang diperiksa para saksi, disebut terdapat sejumlah konten yang diduga telah diunggah ke beberapa situs internet hingga situs judi online.

“Tapi faktanya di dalam handphone itu sempat dilihat itu ada beberapa website yang sudah pernah di upload seperti website judol dan lain-lain,” jelasnya.

Kasus tersebut diduga telah berlangsung sejak 2025, ketika para pihak masih berstatus pelajar.

Saat ini, terduga pelaku disebut telah lulus, sementara sebagian korban juga telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan sebagian lainnya masih bersekolah.

Ari juga mengungkapkan adanya korban yang diduga mengalami tekanan psikologis setelah mengetahui dirinya menjadi korban manipulasi konten pornografi.

Berita Lainnya  Seorang Remaja di Bogor Tewas Dibacok Usai Laga Persib Bandung vs Garudayaksa

Ia berharap proses hukum terhadap perkara tersebut dapat berjalan cepat dan tidak berlarut-larut, sehingga para korban dapat kembali fokus menjalani pendidikan.

“Saya sebagai kuasa hukum saksi juga berharap segera diproses, tidak bertele-tele, agar mereka ini bisa segera kuliah dan fokus pada pendidikan,” katanya.

Ari juga mengimbau korban lain yang merasa mengalami hal serupa untuk berani melapor. Menurutnya, jumlah korban dalam perkara tersebut diduga belum seluruhnya terungkap.

“Harapannya dengan adanya berita ini, orang-orang yang merasa menjadi korban berani speak up. Supaya tidak terjadi lagi untuk kedua kalinya di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.***

Sumber : metropolitan.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf, Sebut akan Selidiki ‘Mahasiswa Gadungan’

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf soal polemik 'Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026' yang digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polda Metro...

PNS di Bandung Meninggal Dunia, Setelah Pergoki Pencurian Ayam Bangkok

BANDUNG - Seorang warga berinisial DYZ (64 tahun) yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggal dunia, setelah memergoki pencurian ayam bangkok di kediamannya...

Warga Lagi Asik Ngopi Tiba-tiba Ditampar, Kapolres Kapuas Hulu Sampaikan Permohonan Maaf

KAPUAS HULU - Setelah videonya viral di media sosial, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra, menyampaikan permohonan maaf setelah menampar seorang warga bernama...

Mendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemerintah Daerah yang Dukung Program MBG

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan bahwa pemerintah menyiapkan insentif fiskal total senilai Rp1 triliun bagi pemerintah daerah yang berhasil mendukung...

Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh…! Ternyata Mahasiswa Bayaran

JAKARTA - Sosok pria viral bernama asli Bayu Setiadi, yang sebelumnya mengaku sebagai mahasiswa Universitas Dian Nusantara (Undira), akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Pria yang sebelumnya...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan