Kamis, September 17, 2026
spot_img

Ayah yang Aniaya Anak Kandung di Bandung Barat Sudah Ditangkap Polisi, Motifnya Bikin Geleng-geleng Kepala

BANDUNG – Pelarian Dayat alias Cepi (28), pria yang diduga menganiaya anak kandungnya berusia 5 tahun di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berakhir setelah diringkus polisi.

Dayat diamankan jajaran Satreskrim Polres Cimahi pada Kamis (30/7/2026) sore, setelah video aksi kekerasan terhadap anaknya viral di media sosial.

Sebelum ditangkap, Dayat disebut sempat disembunyikan oleh pihak keluarganya. Ia kemudian berusaha melarikan diri hingga akhirnya berhasil diamankan polisi.

Kini, pria yang diketahui seorang pengangguran tersebut telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri.

Kapolres Cimahi, AKBP M. Faruk Rozi mengatakan, polisi sudah mengamankan pelaku untuk selanjutnya diproses hukum.

Berita Lainnya  Dugaan Penipuan Modus Pinjaman Uang, 2 Warga Karawang Laporkan Perempuan Berinisial NA ke Polisi

“Terduga pelaku sudah kami amankan juga,” kata Faruk saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).

Terduga pelaku penganiayaan itu dipastikan adalah ayah kandung korban. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Cimahi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap motif penganiayaan tersebut.

Polisi juga mendalami tindakan pelaku yang merekam aksi kekerasan terhadap anaknya hingga menyebabkan korban mengalami luka.

“Saat ini masih diperiksa terkait motif dan keterangan lainnya. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” ujar Faruk.

Peristiwa penganiayaan itu diakuinya dilakukan pada Minggu (26/7/2026) di kediaman Dayat di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor.

Berita Lainnya  Mobil Anggota DPRD Karawang Dirampas Debt Collector, Kok Bisa?

Dalam video yang beredar, Dayat terlihat melakukan kekerasan terhadap korban yang masih berusia 5 tahun, bocah tersebut dipukul, ditampar hingga dijambak. Korban bahkan terlihat menangis histeris dengan darah mengucur dari hidungnya.

Ibu kandung korban, Rika (23), mengatakan penganiayaan itu bermula ketika R tidak ingin pulang ke rumah ayahnya. Namun, korban akhirnya dibawa paksa hingga kemudian mengalami kekerasan.

“Jadi anak saya enggak mau pulang, maunya sama saya di sini. Cuma akhirnya dibawa paksa, akhirnya karena emosi anak saya disiksa sama pelaku,” ungkap Rika saat ditemui di kediamannya, Jumat (31/7/2026).

Berita Lainnya  Aksi Bejatnya Terekam CCTV, Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah 8 Tahun di Bekasi

Menurut Rika, luka yang terlihat dalam video tersebut diduga akibat pukulan menggunakan tangan kosong. “Jadi berdarah itu memang karena dipukul sama tangan kosong,” kata Rika.

Rika mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah menerima video yang memperlihatkan anaknya dianiaya.

“Itu anak saya satu-satunya, masih 5 tahun. Saya dikirim video sama dia (pelaku). Kalau kejadiannya bagaimana saya kurang tahu, cuma kan sesuai yang di video anak saya dipukul, dijambak, ditempeleng sampai berdarah,” ucap Rika.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Massa Rusak Makopolres Sumba Barat, Setelah Polisi Tembak Mati Pencuri Ternak

SUMBA BARAT - Sejumlah ruangan kerja di Makopolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dirusak oleh massa saat memprotes insiden polisi menembak mati warga...

FC Seoul Vs Persib 0-1, Gol Tunggal Julio Cesar Bawa Maung Bandung Curi Tiga Poin

Hasil FC Seoul vs Persib Bandung pada Grup E AFC Champions League (ACL 2) 2026-2027, Rabu (16/9/2026), berakhir dengan skor 0-1. Gol Julio Cesar...

Tak Mampu Bayar Transaksi Open BO, Pedagang Mi Ayam di Bekasi Cekik Wanita Hamil hingga Tewas

BEKASI - Polisi menangkap pria berinisial AK (23) yang membunuh seorang wanita muda berinisial K (18) di sebuah kios mi ayam di Babelan, Bekasi. Pelaku...

Aksi Bejatnya Terekam CCTV, Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah 8 Tahun di Bekasi

BEKASI - Polisi menangkap pria berinisial DB yang diduga mencabuli anak perempuan berusia 8 tahun di Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebelumnya diberitakan, aksi bejat...

Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

KARAWANG - Atas pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), soal keterlibatan perusahaan Cipagamas yang bekerja sama dengan PT. Jui...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan