Kamis, Juli 30, 2026
spot_img

Bupati Pemalang Peras Anak Buah untuk Urus Kasus di KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (AWI) sebagai tersangka kasus pemerasan. Anom memeras anak buahnya untuk ‘pengurusan’ kasus di KPK yang melibatkan staf KPK.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyebut awalnya Anom melakukan pemerasan kepada bawahannya melalui orang kepercayaannya, Mohamad Haris atau Gus Haris (GHA), hingga mengumpulkan uang Rp 1,9 miliar. Uang hasil pemerasan itulah yang digunakan untuk membayar oknum KPK.

Berita Lainnya  Kapolri Tegaskan Tak Ada Masalah Antara Polri dengan Kejaksaan

“Dalam penelusuran tim KPK, uang yang sudah dikumpulkan oleh GHA kemudian salah satunya digunakan untuk mengurus penyelesaian perkara dugaan tindak pidana korupsi kepada oknum pada KPK,” kata Taufik dalam konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Runutannya, Gus Haris bertemu dan dikenalkan dengan Lilik Budi Suprianto (LBS), ayah Iptu Setya Budi Dias (DIS), yang merupakan staf administrasi di KPK. Anom, Lilik, dan Gus Haris telah tiga kali melakukan pertemuan, dengan ada permintaan untuk pengurusan perkara di KPK senilai Rp 2 miliar.

Berita Lainnya  Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

“Bahwa selanjutnya AWI, GHA, dan LBS melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di sebuah restoran di wilayah Magelang dan Semarang. Di mana, LBS meminta uang pengurusan perkara sejumlah Rp 2 miliar,” ucapnya.

Setelah diyakinkan bahwa Lilik bisa mengurus perkara yang menyeret namanya, Anom menyiapkan uang. Duit yang diberikan senilai Rp 1,2 miliar ke Lilik Budi.

“Selanjutnya, dari pengumpulan uang yang dilakukan Bupati melalui GHA dari sejumlah perangkat daerah dan pihak swasta tersebut, pada akhirnya diberikan senilai Rp 1,2 miliar oleh GHA kepada LBS,” sebutnya.

Berita Lainnya  Soal Rumah Febrie di Sentul, Hotman Paris : "Sudah Dihibahkan ke Cucu dari Mertuanya"

“Terkait sisa uang yang dikumpulkan oleh GHA, KPK masih akan melakukan penelusuran,” tambah dia.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kejagung Tetapkan Nurman Herin sebagai Tersangka Kedua Kasus TPPU

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan seorang pungusaha, Nurman Herin sebagai tersangka kedua dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan eks Jaksa...

Kejari Bekasi Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pemasangan Sambungan PDAM

BEKASI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemasangan sambungan langganan baru Perumda Tirta Bhagasasi pada...

Penceramah Kondang di Karawang Gus Haris Ikut Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

JAKARTA - Operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang dilakukan KPK menuai sorotan publik, khususnya di kalangan masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pasalnya,...

Investigasi Dugaan Open Dumping Limbah B3 Perusahaan, Aktivis Lingkungan Dikiriminalisasi

KARAWANG - Penegakan hukum lingkungan di Jawa Barat kembali mendapat sorotan tajam. Langkah Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) yang memproses laporan dugaan Tindak...

Bak di Film Laga, Polisi Kejar-kejaran dengan Pelaku Ganjal ATM

TANGGERANG SELATAN - Aksi percobaan pencurian modus ganjal ATM terjadi di RS Buah Hati, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Para pelaku dipergoki warga saat beraksi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan