Kamis, Juli 9, 2026
spot_img

Job Fair Kota Bekasi, 7 Ribu Pencaker Berebut 3,5 Ribu Loker di 50 Perusahaan

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menghadiri pembukaan Job Fair Kota Bekasi 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi di Mega Bekasi Hypermall pada Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan 50 perusahaan dengan total 3.500 lowongan kerja bagi masyarakat.

Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Job Fair 2026 sangat tinggi. Sebelum kegiatan dimulai, tercatat sekitar 7.000 pencari kerja telah mendaftarkan diri melalui sistem pendaftaran daring (online) yang disediakan Disnaker Kota Bekasi.

Wali Kota mengapresiasi pelaksanaan pameran bursa kerja tahun ini yang dinilai jauh lebih tertata jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, penerapan sistem digital membuat proses pencarian kerja menjadi lebih tertib dan efisien.

“Pelaksanaan Job Fair tahun ini lebih rapi. Para pencari kerja tidak lagi membawa berkas CV dalam bentuk hardcopy, tetapi cukup mendaftar secara online. Di lokasi, perusahaan tinggal menyediakan barcode untuk mengakses seluruh persyaratan dan dokumen pelamar,” ujar Tri Adhianto dalam keterangannya, Rabu (8/7).

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

Sebanyak 3.500 lowongan kerja berasal dari 50 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, jasa, hingga layanan.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa Job Fair tahun ini turut memberikan perhatian kepada teman-teman istimewa. Sekitar 300 kesempatan kerja disediakan oleh sejumlah perusahaan bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk implementasi amanat peraturan mengenai kesempatan kerja yang inklusif.

“Kami bersyukur tahun ini sudah tersedia sekitar 300 peluang kerja bagi teman-teman istimewa. Ke depan tentu akan terus kami fasilitasi, termasuk melalui pelatihan agar semakin banyak perusahaan memenuhi ketentuan penyediaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas,” ujanya.

Berita Lainnya  Tak Sesuai Nilai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' Ciptaan Bupati Purwakarta

Tri menambahkan, Pemkot Bekasi bersama DPRD juga telah membahas kemungkinan penambahan pelaksanaan pameran serupa apabila dukungan anggaran memungkinkan. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan lebih luas bagi lulusan baru SMA maupun SMK yang umumnya mulai aktif mencari pekerjaan beberapa bulan setelah kelulusan.

“Kalau memungkinkan, kami ingin menambah pelaksanaan Job Fair di akhir tahun, sekitar November atau Desember, agar waktunya sesuai dengan kebutuhan para lulusan baru memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan program pemagangan yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun depan. Program itu akan diprioritaskan bagi masyarakat Kota Bekasi dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi.

“Program pemagangan ini menjadi salah satu upaya agar calon tenaga kerja memiliki pengalaman terlebih dahulu sebelum direkrut secara penuh oleh perusahaan. Setelah magang, harapannya mereka bisa langsung diangkat atau diperpanjang sesuai kebutuhan perusahaan,” jelas Tri.

Berita Lainnya  Warga Karawang Barat Keluhkan Serangan Kutu Beras, Mata Anak Sampai Bengkak

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Bekasi Dzikron menyampaikan, kondisi ketenagakerjaan di Kota Bekasi masih menunjukkan tren positif. Meski terdapat perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), jumlah perusahaan yang mengajukan pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) masih lebih banyak sehingga peluang kerja tetap terbuka.

Pemkot Bekasi optimistis angka pengangguran terbuka yang saat ini berada di kisaran 7,33% dapat terus ditekan secara bertahap melalui berbagai program penempatan tenaga kerja, pameran bursa kerja, serta program pemagangan yang akan dikembangkan. (H-2)

Sumber : Media Indonesia

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sekda Bekasi Akui Kasus Ade Kunang Berpengaruh Terhadap Administrasi Pemerintahan dan Psikologis ASN

BEKASI - Berdasarkan hasil pemeriksaan Laporan Keuangan  Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Pemkab Bekasi memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (TMP) atau disclaimer dari...

Jawa Barat Berubah Nama Jadi Tatar Sunda, Dede Yusuf Khawatir Justru akan Terjadi Gesekan Antar Kelompok Budaya

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengingatkan usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda perlu dipertimbangkan secara matang. Menurutnya,...

Korupsi Batu Bara PLN, Polisi Bongkar Brankas Emas Batangan hingga Dollar Senilai Ratusan Miliar

BOGOR - Polisi menyita emas batangan 74 kilogram dan uang dollar Singapura dan Amerika Serikat saat menggeledah rumah di Sentul, Bogor pada Rabu (8/7/2026). Penggeledahan...

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan